Sementara itu, Kepala Puskesmas Soasio, Zulaiha Ali, menyebutkan, sesuai instruksi Kepala Dinas Kesehatan tentang kabut asap akibat dari dampak Kebakaran hutan dan Lahan (Karhutla) hingga ke Tidore Kepulauan, pihaknya mulai mengambil peran untuk melalakukan penanganan.
“Tadi saya baru selesai bertemu dengan teman-teman penanggung jawab ISPA, Surveilans Promotor Kesehatan (Proengkes), dan Kesehatan Lingkungan (Kesling), menyampaikan terkait dampak dari kabut asap,”ucapnya.
Setelah itu, mereka melaporkan kembali ke Kepala Puskesmas untuk melihat tren kasus ISPA dari Agustus hingga Oktober 2026.
Zulaiha, akan turun ke lapangan untuk membuat edukasi sekaligus penyembuhan dan melakukan pembagian masker kepada masyarakat yang terdampak Karhutla.
Untuk selajutnya, petugas Kesling akan melakukan pemeriksaan sekaligus menguji kualitas udara di sekitar lingkungan Puskesmas. Tak hanya itu, mulai besok torang akan mulai aktifkan ruang konseling. apabila orang-orang yang datang dengan kasus ISPA, wajib dimasukan ke ruang konseling guna mencari penyembuhan.
“Tetapi, bagi pelayanan khusus bagi orang yang datang ambil obat sekaligus torang berikan masker. Artinya, data ISPA ini, saya kurang tahu jumlahnya, sehingga dilakukan pemeriksaan udara sehingga torang bisa melihat peningkatan ISPA terkait dengan dampak Karhutla,” paparnya.