Distan Halteng Optimis Tekan Inflasi Daerah

Kadistan Halmahera Tengah

WEDA – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) terus bekerja keras mengoptimalkan berbagai program dan terobosan sebagai upaya menekan inflasi di daerah ini.

Kepala Dinas Pertanian Yusmar Ohorella kepada Fajar Malut menjelaskan, inflasi yang rendah dan stabil merupakan prasyarat bagi pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan yang pada akhirnya memberikan manfaat bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat.

“Pentingnya pengendalian inflasi didasarkan pada pertimbangan bahwa inflasi yang tinggi dan tidak stabil memberikan dampak negatif kepada kondisi sosial ekonomi masyarakat,” jelas Yusmar.

Yusmar mengatakan, inflasi yang tinggi akan menyebabkan pendapatan riil masyarakat akan terus turun, sehingga standar hidup dari masyarakat turun dan akhirnya menjadikan semua orang, terutama orang miskin bertambah miskin. “Yang kedua, inflasi yang tidak stabil akan menciptakan ketidakpastian (uncertainty) bagi pelaku ekonomi dalam mengambil keputusan,” terangnya.

Dia mengatakan, pengalaman empiris menunjukkan bahwa inflasi yang tidak stabil akan menyulitkan keputusan masyarakat dalam melakukan konsumsi, investasi, dan produksi, yang pada akhirnya akan menurunkan pertumbuhan ekonomi.

Selanjutnya, tingkat inflasi domestik yang lebih tinggi dibanding dengan tingkat inflasi di negara tetangga menjadikan tingkat bunga domestik riil menjadi tidak kompetitif sehingga dapat memberikan tekanan pada nilai rupiah. “Dan pentingnya kestabilan harga kaitannya dengan SSK,” sebutnya.

Mantan Kabag Umum Setdakab Halteng itu menambahkan, sesuai PMK nomor 101/PMK 0.01/2021. tentang sasaran Inflasi tahun 2022, tahun 2023 dan tahun 2024. “Masing-masing daerah baik Provinsi, Kabupaten dan Kota di Indonesia dapat melakukan langkah kongkrit melalui program dan kegiatan yang dapat meningkatkan pendapatan masyarakat,” pungkasnya.