Distan Morotai Berupaya Tingkatkan Produksi Barito

Pedagang Barito

DARUBA – Persaingan pasar memperebutkan produk Hortikultura seperti Bawang, Rica dan Tomat (Barito) semakin ketat. 

Masing-masing daerah Maluku Utara (Malut) dengan berbagai cara berupaya meningkatkan keunggulan produknya untuk dapat diproduksi secara maksimal. 

Di tengah kompetisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pulau Morotai, Maluku Utara, melalui Dinas Pertanian (Distan) berupaya mengambil peran strategis sebagai penghasil tanaman hortikultura yang berdaya saing dengan cara terus menata luas tanam dan menetapkan sistem tanam yang berkesinambungan. 

Agar dapat berimplementasi pada hasil produksi yang lebih baik, dengan tujuan agar stok barito tetap terjaga agar tidak berpengaruh pada lonjakan harga di pasar rakyat Gotalamo II.  

“Penataan kawasan hortikultura meliputi sayuran, bawang, rica dan tomat harus lebih komprehensif, dan itu sudah kita mulai atur, baik itu dari luas tanam sampai pada sistem tanam,” ungkap Sekretaris Dinas Pertanian Kabupaten Pulau Morotai, Husainah Nasir, kepada wartawan, Rabu (21/12/2022). 

Yang pasti, kata dia, Distan juga punya desain penataan kawasan hortikultura yang lebih baik, sehingga mampu menjawab kebutuhan masyarakat.  “Karena saat ini bidang hortikultura lagi mengatur semua sistemnya untuk menjaga kelangkaan Barito di Pulau Morotai,” katanya. 

Walau begitu, dirinya mengaku bahwa dalam beberapa Minggu terakhir ini, hasil produksi tomat dan cabai rawit di Morotai mengalami penurunan karena pengaruh cuaca.

“Sehingga beberapa minggu kemarin itu harga tomat dan cabai rawit juga sempat mengalami kenaikan, tapi sekarang sudah turun normal lagi. Pengaruh cuaca karena sebelumnya panas lalu tiba-tiba hujan jadi hasil produksi tidak maksimal,” jelas Husainah. 

Akan tetapi, ia mengaku optimis jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ini, stok Barito di Morotai masih tetap aman.

“Jelang Nataru ini stok dan harga bisa aman, karena jika hasil produksi di Morotai menurun kita bisa dipasok dari luar. Kecuali harga sayur wortel, koll dan telur, karena ini dipasok dari luar Morotai jadi harganya juga tidak stabil,” akuinya.

Selain itu, Husainah, yang juga bagian dari Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) itu juga mengungkapkan sejumlah harga pangan strategis Kabupaten Pulau Morotai di tingkat konsumen per tanggal 20 Desember 2022. 

Dimana harga beras Premium Rp 14.000 per kg, Beras Medium Rp 12.000 per kg, Jagung Pipilan Rp 14.000 per kg, Tepung Terigu Rp  12.000 per kg, Gula Pasir Rp, 15.000 per kg, Minyak Goreng Rp 14.000 per kg, Kedelai Rp 16.500 per kg.

Harga cabai merah keriting Rp 35.000 per kg, cabai rawit merah Rp 60.000 per kg, tomat Rp 25.000 per kg, bawang merah Rp 55.000 per kg.  Sementara untuk harga telur Rp 80.000 per rak, daging sapi Rp 110.000 per kg, daging ayam ras Rp 45.000 per kg. 

“Jadi harga ini dia fluktuatif, misalnya telur yang minggu kemarin Rp 65.000 per rak, sekarang sudah Rp 80.000 per ak. Harga cabai rawit juga begitu, dia sudah mengalami penurunan karena sebelumnya harganya Rp 70.000 per kg, sekarang sudah Rp. 60.000 per kg,” jelas dia. 

“Kalau telur fluktuatif karena harga dari distributor daerah pemasok memang lagi mahal,” tuntas Husainah. (fay)