Lanjut Agung, bantuan ini selain upaya untuk pengendalian inflasi, juga untuk ketahanan pangan Holtikultura.
“Sehingga di waktu dekat, kita akan berikan sesuai dengan hasil survei, lahan-lahan mana yang paling membutuhkan kita akan prioritaskan dan menyerahkannya ke situ,” ujarnya.
Selain itu, kata Agung, alat-alat ini tak terlepas dari upaya untuk pengolahan lahan padi ladang dan sawah. Dimana sejauh ini pihaknya sedang melakukan survei di beberapa desa.
“Contohnya ada di Desa Aru, Desa Raja, Desa Bido dan Desa Wewemo juga, kemudian di Desa Bere-Bere. Itu yang terdata saat ini, dan kurang lebih penanaman padi ladang dan sawah-nya sudah hampir 400 hektar yang sudah ditanam,” ungkap Agung.
Ia berharap, selalu ada sinergitas antara kelompok tani dengan pihaknya di setiap kegiatan penanaman. Sehingga kegiatan penanaman bisa berjalan maksimal.
