“Tahun lalu kita sudah uji coba penanaman kakao sambung pucuk di desa pencado sehingga rencananya kita akan melakukan panen hasilnya di bulan April tahun ini, hasil uji coba ini akan kita kembangkan untuk kelompok petani kakao di desa-desa lainnya dengan melakukan pembagian bibit dan tatacara penanaman kakao tanam pucuk kepada masyarakat petani, sebab untuk sementara ini sudah dilakukan tender pengadaan bibit kakao sambung pucuk itu ” jelasnya.
Diketahui, Distan Taliabu beberapa tahun terakhir terus menggenjot peningkatan produktivitas Pertanian bagi masyarakat, namun hal itu belum berjalan mulus.
Salah satu kendalanya adalah akses jalan yang belum memadai disamping belum terjadinya kerjasama lintas sektor antara Dinas terkait guna mendukung kemudahan pasokan hasil pertanian masyarakat.
Hal ini dikeluhkan Kadistan Septinus Barunggu, sebab program pemberdayaan masyarakat tidak dapat berjalan dengan baik karena hasil pertanian seperti sayur sayuran yang mau dipasok ke ibukota melalui jalur laut dikeluhkan masyarakat terkendala biaya. Sementara kebutuhan pasokan hasil pertanian di pasar Bobong seperti, rica, sayur sayuran dan tomat justru di datangkan dari daerah tetangga seperti Luwuk Sulawesi tengah dan Sulawesi tenggara.
Padahal menurut dia, untuk dapat menggenjot hasil pertanian masyarakat, diperlukan kerjasama lintas sektor agar masyarakat petani lebih mudah mendapat akses dan kemudahan dalam mendistribusikan hasil pertanian, terutama dalam hal pemasaran.
“Yang menjadi kendala kita saat ini salah satunya adalah akses jalan ke ibukota Kabupaten yang belum memadai sehingga hasil pertanian jangka pendek seperti rica rica tomat maupun sayur sayuran di desa desa itu masih susah untuk dipasok di pasar Bobong, kondisi ini karena belum terjadinya kerjasama lintas sektor untuk memudahkan petani petani untuk memasok hasil pertanian ke ibukota guna menggenjot peningkatan pendapatan petani” pungkasnya. (bro)
