WEDA – Belum lama ini masa kepemimpinan Elang-Rahim diterpa isu miring oleh sejumlah pihak yang menyebutkan keduanya mengakhiri jabatan dengan meninggalkan sejumlah problem.
Isu miring tersebut membuat loyalis Elang-Rahim angkat bicara. Munadi Kilkoda kepada koran ini menyampaikan, pihak yang menyebut banyak proyek Elang-Rahim yang tidak tuntas itu terkesan menarik kesimpulan yang terlalu prematur. “Saya menilai orang-orang tersebut tidak memahami perencanaan. Proyek yang tidak tuntas itu berarti mangkrak. Sementara yang disampaikan itu tidak ada yang mangkrak, semua dalam proses penyelesaian,” ucap Munadi dalam rilisnya.
Politisi NasDem tersebut mengatakan, proyek-proyek itu dikerjakan bertahap, karena mempertimbangkan kemampuan keuangan. Misalnya tahun 2022 dianggarkan sekian, tahun berikut dianggarkan sisanya. “Jadi tidak masalah sekalipun pekerjaannya melewati periodisasi seorang kepala daerah. Itu tidak melanggar peraturan perundang-undangan yang berlaku. Yang penting pekerjaan itu bisa selesai sesuai perencanaan,” bebernya.

“Yang tidak boleh melewati periodisasi kepala daerah itu yang kontraknya Multi Years. Pekerjaan seperti ini ada berapa paket, tapi itu sudah selesai. Sebagiannya dikerjakan secara reguler,” lanjut Munadi.
Dia berharap agar pihak-pihak tertentu agar sedikit objektif dan realistis ketika melihat progress pekerjaan yang sementara jalan. Tidak menyebar hoax apalagi menuduh ada aroma korupsi. “ Kalau ada aroma korupsi, silahkan lapor ke penegak hukum, jangan beropini liar di ruang publik. Kelihatan kan kita tidak cerdas dalam berargumentasi. Menuduh sesuatu tanpa data dan informasi yang cukup dan valid. Jadi beropini terus,” bantah Munadi.
Munadi juga mengurai, pekerjaan plaza itu sudah selesai, ruko, GOR, duafa center, sementara dalam proses penyelesaian. Silahkan mereka cek di lapangan. Jadi bukan berarti tidak tuntas, tapi dalam proses untuk diselesaikan. “Untuk GOR itu dikerjakan melalui Multi Years, tapi sebagian fisiknya penganggarannya dengan sistem reguler,” terangnya.
“Saya mengajak mereka untuk realistis. Tantangan pembangunan yang kita hadapi di 5 tahun lalu sudah dituntaskan Elang-Rahim, seperti akses jalan yang menghubungkan semua wilayah, telekomunikasi, listrik, dan lain-lain,” tandasnya.
Dikatakannya itu tidak mudah, hanya pemimpin yang punya political will yang bisa menuntaskan itu. Dan Elang-Rahim menunjukan itu. “Upaya keras itu harus kita apresiasi sambil terus mengawal melalui kritik yang konstruktif agar seluruh rencana baik untuk rakyat dan daerah tercinta ini bisa tuntas dikerjakan,” tutupnya. (udy)

