Ditolak, PSU Sangowo Timur Tetap Dilakukan

Pilkades (ilustrasi)
Pilkades (ilustrasi)

DARUBA – Walau mendapat penolakan keras dari sejumlah warga desa Sangowo Timur, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Pulau Morotai, Ahdad Hi Hasan, menegaskan Pemungutan Suara Ulang (PSU) untuk Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) di Desa Sangowo Timur tetap dilaksanakan. 

“Kami kira itu hak mereka (melakukan aksi penolakan PSU). tetapi kami berhak bahwa PSU ini adalah perintah aturan dan wajib kami lakukan sebagai panitia penyelenggara tingkat kabupaten,” tegas Ahdad, ketika dikonfirmasi awak media di kantornya, Senin (28/3/2022). 

Menurutnya, kedudukan panitia Kabupaten dengan Panitia Penyelesaian Sengketa itu sama. Sehingga tidak bisa saling mengintervensi dalam sebuah keputusan. Sehingga apabila sudah ada putusan dari tim sengketa, maka panitia kabupaten wajib untuk melaksanakan apa yang menjadi putusan. 

“Kalaupun ada warga masyarakat katakan menolak ya kami berharap bahwa Pemerintah Desa (Pemdes) dan BPD memberikan pengertiannya kepada masyarakat. Yang jelas bahwa apa yang menjadi tugas kami maka kami tetap akan melaksanakan itu. Namun kami juga tetap mempertimbangkan kesiapan desa maupun kesiapan warga,” katanya.

Ditanya bagaimana dengan Sikap Pj. Kepala Desa (Kades) dan Ketua BPD Sangowo Timur yang dengan tegas menyatakan sikap menolak PSU, bagi Ahdad, hal tersebut bakal ditinjau kembali. 

“Nah itu yang akan kami tinjau, memang kemarin ada berita bahwa BPD menolak, tetapi kami akan menyurat ke BPD dan Pemdes untuk sikap resminya. Karena di satu sisi, Pemdes dan BPD itu harus bicara atas nama lembaga. Untuk itu kami juga akan menyurat ke BPD untuk secara lembaga. Itu artinya bahwa kami akan bertindak sebagai Kadis PMD. Apakah ini secara kelembagaan BPD atau Pemdes atau hanya person saja yang mengatas namakan BPD, itu juga akan kami tindak,” tutupnya menegaskan. 

Sekedar diketahui, Minggu 27 Maret, terjadi aksi unjuk rasa yang dilakukan sejumlah warga desa Sangowo Timur yang dengan tegas menolak digelar PSU di desa tersebut. 

Bahkan dalam aksi tersebut warga juga memboikot kantor desa dan kantor Camat Morotai Timur. Selain itu, warga juga nyaris menutup aktivitas Puskesmas Sangowo. (fay)