“Sampah di TPS Balbar ini merupakan kewenangan Provinsi, kami dan DLH Kota Tidore sudah melakukan koordinasi, namun mereka belum juga menindaklanjuti,” ungkapnya, Jumat, (24/01/25).
Amir mengaku, alasan petugas pengangkut sampah dari DLH Provinsi yang belum menindaklanjuti keluhan warga ini, dikarenakan mereka tidak memiliki bensin untuk mobil pengangkut sampah.
Hal ini tentu membuat Amir sangat geram, dan meminta agar Kepala DLH Provinsi Maluku Utara, untuk segera melakukan evaluasi kepada petugas pengangkut sampah yang ada di lapangan.
“Masa DLH Provinsi tidak punya anggaran untuk operasional pengangkut sampah, inikan alasan yang tidak rasional,” pungkasnya.
Amir menjelaskan, sebagai Pemerintah, DLH tentunya sudah punya rancangan program untuk menuntaskan masalah persampahan di sofifi, terutama mengenai biaya operasional, sehingga sangat tidak logis jika ada petugas yang selalu beralasan bahwa mereka tidak punya biaya untuk mengangkut sampah.
