TERNATE – Dokumen mitigasi bencana yang dimiliki Kota Ternate sejak 2012 lalu bakal direvisi, mengingat selama 10 tahun ini terjadi perubahan akibat tumbuhnya pemukiman baru.
Plt. Kepala BPBD Kota Ternate M. Ihsan Hamzah menyebutkan, dokumen mitigasi bencana akan di revisi, namun sebelum revisi dilakukan, maka ada dokumen kajian resiko bencana dan BNPB sudah menyurat untuk dikirim tenaga pendamping.
“Karena untuk menyusun dokumen itu kita butuh dari akademisi, atau konsultan, sebab BPBD tidak bisa sendiri, tapi yang jelas dokumen itu segera disusun,” katanya Kamis (10/2/2022).
Dikatakannya, dokumen itu akan mengalami perubahan, namun secara geografis luasan wilayah tidak mengalami perubahan. Sehingga yang akan di rubah data-data kemudian jalur evakuasi.
“Perubahan ini dilakukan karena jalur evakuasi yang awalnya sudah ditetapkan terjadi perubahan, karena bencana dan perluasan areal pemukiman sehingga secara tidak langsung merubah jalur evakuasi,” ungkapnya.Menurutnya, selain itu SOP penanganan bencana harus dirubah, baik itu gunung api, banjir dan yang lain. “Jadi nanti dengan merubah ini, maka dimana titik kumpul jalur evakuasi juga akan ditentukan, kemudian siapa yang bertanggung jawab, sehingga pada saat ada bencana masing-masing sudah tahu tugasnya dan masyarakat sudah diarahkan titik kumpulnya dimana,” tandasnya. (cim)

