Dengan demikian, total pengaduan yang diterima Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan mencapai 1.198 petani yang tersebar di 21 desa pada tiga kecamatan.
Sementara itu, tiga kecamatan lainnya di Kabupaten Pulau Morotai hingga saat ini belum menyampaikan laporan melalui layanan pengaduan yang dibuka selama Morotai Festival 2026.
Tahmid mengatakan, data pengaduan tersebut akan menjadi bahan bagi pemerintah daerah untuk mengetahui secara langsung kondisi petani serta dampak yang ditimbulkan akibat musim kemarau dan Karhutla.
“Data itu selanjutnya akan digunakan sebagai dasar untuk melakukan pendataan dan evaluasi, sekaligus menentukan langkah penanganan serta kebijakan yang diperlukan bagi petani terdampak,” ujarnya.
Melalui layanan pengaduan tersebut, Pemerintah Kabupaten Pulau Morotai diharapkan dapat memperoleh gambaran yang lebih rinci mengenai kondisi pertanian masyarakat, sehingga penanganan terhadap dampak musim kemarau dan Karhutla dapat dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. (fay)