TERNATE – Sampah medis untuk pasien covid-19, setiap dua hari dilakukan pembakaran di TPA Takome, yang telah dibangun Pemkot Ternate sejak beberapa tahun lalu.
Namun untuk pengangkutan dan pembakaran, dilakukan setiap dua hari sekali oleh petugas yang telah disiapkan, dengan menggunakan protap covid-19. Dimana setiap petugas yang menangani itu, harus menggunakan APD lengkap, bahkan sampah yang diangkut juga diterapkan protap sesuai dengan standar kesehatan.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Ternate Nurbaity Radjabessy mengatakan, sampah medis yang diangkut tiap dua hari sekali, saat pengangkutan sudah dikemas secara khusus, bahkan disemprot disinfektan, setelah itu baru masuk ke tempat pengemasan.” Jadi dia punya prosedur khusus saat dikemas, baru kemudian dia diangkut dengan mobil box menuju ke lokasi di Takome,” katanya, Minggu (21/6).
Menurut Nurbaity, lokasi pembakaran semua sampah termasuk sampah medis covid-19 di Kota Ternate hanya satu yakni di TPA Takome. “Tapi saat pembakaran asapnya pun tidak bisa keluar, jadi pembakarannya itu ada prosedurnya,” ungkapnya.
Dikatakannya, sekali bakar itu jumlah sebanyak dua kubik sampah medis. Sampai petugas yang mengangkut juga sangat safety dengan APD lengkap level tingkat dua. Dan mereka ini tercatat sebagai petugas khusus.” Jadi yang kami pakai diatas itu, mereka berjumlah sembilan orang, mereka ini kita bagi shift jadi tiap dua hari tiga orang yang angkut, setelah itu di dua hari berikut tiga orang lagi. Mereka tidak bisa sekaligus karena itu juga berbahaya,” tandasnya.(cim)

