BOBONG – Lantaran sudah mabuk berat, dua kepala desa di Kabupaten Pulau Taliabu adu jotos di tempat hiburan malam di Kawasan Desa Wayo tepatnya di jalan Wayo-Talo.
Mereka adalah Kepala Desa Wolio, Kecamatan Tabona, La Majid Muslihi dan Kepala desa Pancuran, Kecamatan Taliabu Barat, Ridwan.
Informasi yang dihimpun Fajar Malut, sebelum ke kafe, kedua kades menghabiskan beberapa minuman beralkohol jenis Bir Bintang dan Anggur Merah di salah satu tempat Karaoke di Dusun Fangahu, Desa Bobong ibukota kabupaten.
Setelah itu, keduanya bersepakat melanjutkan minum miras bersama ladies di salah satu tempat hiburan malam (kafe) yang berada di Jalan Talo Desa Wayo.
Kades Pancuran, Ridwan Umasugi saat dikonfirmasi, Selasa (27/07/2021) sore kemarin mengakui peristiwa itu dipicu kesalahpahaman dengan Kades Wolio lantaran mereka tidak membawa uang cas.
Sebagai jaminannya, ATM mereka diberikan kepada ladies kafe untuk mendapatkan pelayanan (miras) di kafe milik malam itu. Sayangnya, niat para kades gagal setelah berkomunikasi ke pemilik kafe tidak diberikan.
“Karena kita berdua ini sudah tidak punya uang di dompet, kita menghadap ke Sayuti (pemilik kafe) dan meminta supaya kasih bon (utang) 6 botol. Tapi, Sayuti tidak mau kasih, jadi saya langsung ajak Kades Wolio pulang,” ungkapnya.
“Sebelum keluar dari kafe, saya naik ke lantai II ambil ATM yang dititipkan ke ledis. Ternyata kades Wolio juga mau ambil itu ATM, dan saya tidak tahu kalau dia juga ada ke atas (lantai II). Setelah dia tahu ATM saya ambi, dia langsung turun pukul saya dari belakang sampai ke dua kali langsung bibir saya pecah,” sambung Kades Ridwan.
Mendapatkan bogem mentah, Kades Pancuran membalas. Namun, Kades Wolio sudah melarikan diri, bahkan motornya pun ia tinggalkan. Amarah Kades Pancuran dilampiaskan ke motor milik Kades Woilo yang sementara parkir di halaman kafe.
Akibat dari kejadian tersebut, motor milik Kades Wolio mengalami rusak ringan, sementara bibir Kades Pancuran pecah.
Kades Desa Wolio, Abdul Majid Muslihi saat dikonfirmasi membantah telah memukuli Kades Pancuran tanpa alasan. Dia beralasan, dirinya telah dibuat pusing oleh Kades Pancuran saat hendak mengambil KTP dan ATM miliknya.
“Kades Pancuran ambil beta (saya) punya ATM dan KTP, beta (saya) minta, tapi dia hanya putar – putar akan (alasan). KTP saya sudah ambil, sementara ATM dia titip salah satu security bank,” tuturnya.
Tindak dua kades ini membuat sejumlah netizen geram, bahkan mencurigai dana desa yang diprioritaskan untuk pembangunan desa justru disalahgunakan untuk kepentingan hura-hura para. Apalagi, saat ini mulai pencairan Dana Desa Tahap II. (bro)
