SANANA – Dua nelayan dari Desa Kabau Pantai, Kecamatan Sulabesi Barat, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), yakni Muhammad Rum Duwila dan Adil Tidore nyaris tenggelam, saat memancing di rakit menggunakan fiber karena dihantam hujan dan badai. Kejadian tersebut terjadi pada Senin (15/02/2021) dini hari.
Rum mengatakan, perahu mereka diterpa hujan dan badai ketika masih di rakit hingga tenggelam, karena sudah dipenuhi dengan air. “Kejadian itu terjadi sekitar jam 02.00 dini hari,” katanya.
Posisi rakit yang mereka mancing itu berhadapan dengan Desa Kabau Pantai. Jarak rakit dengan daratan kurang lebih 4 mil. Mereka sempat mengikat perahu di rakit menggunakan tali nilon supaya perahunya tak dibawa arus. Namun kondisi semakin memburuk, sehingga mereka lepaskan pengikat tali dan menghanyutkan perahu bersama mereka.
Untungnya, ada nelayan dari Desa Brukol, Kecamatan Mangoli Tengah, yang berdekatan dengan mereka yang datang membantu. “Orang Brukol yang membantu kami sampai di depan desa,” ungkap Rum.
Rum menambahkan, nelayan Brukol tak sempat mengantar mereka sampai ke darat (pantai), karena perahu mereka juga nyaris tenggelam. Untungnya, ada salah seorang warga Desa Kabau Pantai, Ridwan Buamona yang juga pulang melaut melihat kondisi yang dialami Muhammad Rum dan Adin itu. “Ridwan melihat kami dan langsung ke darat panggil orang untuk membantu kami,” tuturnya.
Warga yang mengetahui hal tersebut langsung bergegas ke laut menggunakan viber milik desa untuk membantu keduanya. Peristiwa tersebut tak ada korban jiwa. Hanya saja mesin 15 PK yang digunakan mengalami kerusakan. “Kami tidak apa-apa. Perahu juga tidak apa-apa. Hanya mesin yang rusak,” tutup Rum.(nai)

