Dukung Pencegahan Stunting, Bapelitbang Minta Kelurahan/Desa Bersinergi

Lebih lanjut Taher mengatakan, melalui kegiatan rembuk ini, Walikota Tidore Kepulauan berharap semua pihak dapat bekerjasama dalam mendukung terwujudnya masyarakat dengan konsumsi gizi seimbang, percepatan perbaikan gizi, dan pemenuhan sanitasi dasar dengan menyusun rencana kegiatan penganggaran sesuai lokus yang telah disepakati bersama,.

“Langkah ini akan diperluas secara bertahap, dengan upaya yang maksimal kita mendapatkan hasil yang baik dalam mewujudkan masyarakat Indonesia yang sehat, produktif, dan berdaya saing khususnya bagi masyarakat di Kota Tidore Kepulauan,” imbuh Taher.

Sementara itu, Kepala Bapelitbang Kota Tidore Kepulauan Abdul Rasyid Fabanyo dalam laporannya mengatakan, tujuan dari pelaksanaan rembuk stunting adalah memastikan pelaksanaan rencana kegiatan intervensi pencegahan dan penurunan stunting dilakukan secara bersama-sama antara OPD penanggung jawab pelayanan dengan sektor/lembaga non pemerintah dan masyarakat, dengan deklarasi komitmen Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan dan komitmen publik dalam kegiatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi.

“Tentu kita semua berharap rembuk ini dapat dimaksimalkan secara serius oleh seluruh pemangku kepentingan. Olehnya itu, sinergitas dalam pencegahan dan penurunan stunting khususnya di Kelurahan/Desa sebagai lokus dan pada umumnya di seluruh wilayah Kota Tidore Kepulauan, sehingga kita bisa mencapai target nasional yaitu pada angka di bawah 14% pada akhir tahun 2024,” tutur Abdul Rasyid.

Kegiatan ini diikuti oleh tim Tim Penggerak PKK, para Staf Ahli Walikota, Asisten Sekda, Pimpinan OPD, Camat se Kota Tidore Kepulauan, 22 lurah/kepala desa yang menjadi lokus penanganan stunting tahun 2023, dan Tim Percepatan Penurunan Stunting Kota Tidore Kepulauan. (hms)