TERNATE – Rencana relokasi warga korban banjir bandang di Kelurahan Rua, Pulau Ternate direspon oleh Komisi III DPRD Kota Ternate.
DPRD beralasan relokasi yang bakal dilakukan itu jadi langkah efektif, karena banjir bandang di Rua telah memakan banyak korban jiwa, bahkan DPRD melalui Komisi III sangat optimis relokasi ini akan terealisasi.
Namun DPRD meminta agar ada kepastian waktu kapan warga yang direlokasi nanti dapat menempati lahan yang disiapkan Pemkot Ternate tersebut.
Anggota Komisi III DPRD Kota Ternate Nurlela Syarif mengatakan, relokasi yang dilakukan nanti oleh Pemkot Ternate dan pemerintah pusat sangat efektif, langkah ini sangat tepat karena masa tanggap darurat juga nanti akan berakhir.
“Jadi di masa recovery terhadap para pengungsi itu yang paling penting adalah pemukiman mereka, dan itu kapan waktu yang harus dilakukan itu problemnya,” katanya, pada Senin (2/9/2024).
Menurutnya, skema penanganan ini yang nanti akan dilihat langkah dan upaya Pemkot Ternate kedepan. Sembari menyebut, pembangunan rumah layak huni buat warga korban banjir bandang di Rua ini dalam dilakukan dengan waktu cepat.
“Karena relokasi yang nanti dilakukan itu harus tersedia pemukiman baru untuk masyarakat, ansih bukan lahannya karena masalah lahan sudah tidak masalah. Apalagi dengan komitmen Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang ada saat ini maka kami optimis bisa dilakukan,” ungkapnya.
Komisi III sendiri akan melakukan pengawasan skema relokasi yang nantinya dilakukan, mulai dari waktu pembangunan sampai pada relokasi di lakukan.
“Karena pendataan juga yang harus dilakukan kemudian kapan dibangun, dan kami akan melakukan pengawasan kapan relokasi ini berlangsung. Karena bencana ini sudah memakan korban maka langkah terbaik adalah relokasi sehingga lokasi bencana itu jangan lagi dijadikan kawasan pemukiman, cuman harus cepat karena masyakat butuh kepastian kapan menempati lahan itu,” tandasnya.*
Editor : Hasim Ilyas

