Gaji Tak Dibayar, ASN di Ternate Tengah Pasrah

ilustrasi

TERNATE – Tuntutan Lurah di kecamatan Ternate Tengah sampai kini tak kunjung terealisasi, sampai akhir pekan kemarin, gaji yang menjadi hak mereka belum juga dibayar oleh Pemkot Ternate.

Padahal, di Rabu (14/07/2021) para lurah sudah bertemu dengan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman untuk menyampaikan aspirasi mereka yang meminta gajinya dan staf di kelurahan segera di cairkan. Tapi karena belum cair, para pegawai di Ternate Tengah ini pasrah.

Seorang pegawai kepada wartawan mengisahkan, kalau pihaknya sangat mengharapkan gaji itu untuk segera dibayar. Sebab harapan mereka kalau gaji itu cair, maka kebutuhannya pada idul Adha ini terbantu.” Kalau sampai besok (Senin) tidak cair sementara lebarannya hari Selasa, terus kami harus bisa buat apalagi,” ungkapnya, Minggu (18/07/2021).

Dia sangat berharap pimpinannya di Pemkot untuk memberikan perhatian berkaitan dengan masalah ini. “Kami mohon perhatian dari pak Wali dan Wakil, karena ini hak kami,” pintanya.

Terpisah, Lurah Gamalama Ichsan Muhammad dikonfirmasi Minggu (18/07/2021) mengaku, sampai pekan kemarin belum ada tanda-tanda pencairan gaji yang menjadi hak mereka sebagai ASN. Bahkan kondisi ini, kata dia sudah berulang kali terjadi, sehingga mereka susah geram. “Sampai saat ini gaji belum diterima. Ini kan mau Idul Adha, staf juga ada keperluan, kami juga sudah coba cek tapi belum ada,” kesalnya.

Menurutnya, untuk persyaratan administrasi yang diminta pihak kecamatan seperti Kartu Keluarga (KK) dan buku nikah sudah dipenuhi. Meski begitu kata dia,  untuk pelayanan khususnya kantor lurah Gamalama tetap jalan. Namun dia berharap, bagian keuangan segera memproses pembayaran gaji seperti yang diminta oleh Walikota, mengingat kebutuhan para pegawai dalam menghadapi Idul Adha cukup tinggi.  “Apalagi kemarin itu kan Wali Kota sudah perintahkan keuangan untuk segera selesaikan pada hari Kamis atau Jumat (hari ini-red), tapi sampai kemarin gaji juga belum masuk,” sebutnya.

Kasubag Keuangan Kecamatan Ternate Tengah Ella mengatakan, untuk pembayaran gaji lurah dan staf saat ini daftarnya sudah disampaikan melalui pesan whatsapp ke Bank BPRS Bahari Berkesan dan pada Senin hari ini baru dimasukkan daftarnya, selanjutnya bank yang memproses pencairan. Proses pencairan ini terhambat akibat dari BPKAD meminta sejumlah administrasi berupa KK dan buku nikah karena menerapkan pembayaran non tunai yang mana beberapa pegawai di kelurahan terlambat masukkan.

“Karena kebetulan Kecamatan  gaji bulan ini baru di masuk di rekening, kalau sebelumnya itu bendahara yang cairkan dan dibagikan ke pegawai, kalau bulan Juli ini baru masuk ke rekening masing-masing,” jelasnya saat dikonfirmasi.

Menurutnya, total lurah dan staf di Kecamatan berjumlah 146 orang, dari jumlah itu masih ada beberapa Kelurahan yang belum menyerahkan KK dan Buku nikah seperti yang diminta pihak Kecamatan. Meski itu telah disampaikan ke mereka. Dia juga belum dapat memastikan apakah gaji bisa terbayar sebelum atau sesudah Idul Adha, karena itu tergantung dari pihak bank.

Hal senada disampaikan Wali Kota Ternate M. Tauhid Soleman. Ketika dikonfirmasi Walikota mengatakan, berkaitan dengan gaji ini dia sudah menanyakan ke BPKAD dan dilaporkan kalau keterlambatan itu karena dari kecamatan belum memasukan, ketika dikonfrontir ke camat, didapat laporan dari Camat kalau kesalahannya dari pegawai yang belum memasukkan data yang diminta.

“Kalau menurut pak Taufik itu sudah disampaikan, sebab gaji itu langsung masuk ke rekeningnya. Kalaupun ada kesalahan karena itu (data) yang belum dipenuhi secara kolektif, sebab pembayaran gaji itu dilakukan non tunai. Kenapa kecamatan lain bisa, itu karena ada kesalahannya disitu,” tegasnya. (cim)