Gegara Meteran, Pemdes Cio Maloleo Didemo

Aksi yang dilakukan di kantor desa

DARUBA – Ratusan warga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Cio Maloleo, Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar), menggelar aksi unjuk rasa di kantor Pemerintah Desa Cio Maloleo, Senin (01/11/2021).

Aksi warga tersebut dipicu dari kebijakan Pemdes setempat yang mencabut meteran listrik di delapan rumah warga di desa tersebut. Salah satu tokoh masyarakat Desa Cio Maloleo, Anwar Ngawaro, yang memimpin aksi unjuk rasa itu mendesak pihak kontraktor untuk menyelesaikan masalah 8 rumah yang meterannya di cabut tanpa ada kejelasan.

Dalam aksi tersebut, Anwar juga meminta agar Pemdes menjelaskan masalah jumlah meteran yang dianggarkan dalam APBDes, sehingga tidak menimbulkan kesalah pahaman di antara warga. “Soal meteran yang ada di desa Cio maloleo itu 105 unit, kami minta kejelasan yang sudah di program berapa?, yang tidak di programkan berapa?. Kami minta keterangan dari desa setempat,” katanya.

Orator lainnya, Rosmin, meminta Pemdes setempat harus bertanggung jawab atas pencopotan meteran di delapan rumah warga tersebut. “Meminta pertanggung jawabkan dari 8 unit yang dicabut pemerintah desa. Kami akan menindak lanjuti ke kebupaten terkait persoalan meteran yang terjadi di Cio Maloleo ini,” ancamnya.

Sementara itu, Mantan Kades Cio Maloleo, Matius Sadaro melalui sambungan telepon menjelaskan, masalah pencabutan delapan unit meteran tersebut, karena ada kesalahan teknis dari pihak PLN.

“Menurut petugas PLN bahwa meteran yang ada di Cio Maloleo itu semua belum terdaftar, yang terdaftar itu ada 50 unit di Cio Gerong. Di Cio Maloleo belum terdaftar itu kurang lebih 70 meteran. Dan 8 unit itu milik desa Cio Maloleo, kemudian tiga hari lalu ada petugas PLN turun, lalu setelah dorang periksa itu orang Cio Gerong yang punya nama meteran ada 8 unit ada di Cio Maloleo, jadi petugas PLN bagian instalasi itu dorang datang cabut bersama sekretaris desa dan di bawa ke Cio Gerong,” jelasnya.

Hanya saja, kata dia, pencabutan meteran tersebut tanpa ada koordinasi dengan pemilik rumah. “Itu yang bikin dong marah, karena saat itu dia punya tuan rumah ada pergi kebun, setelah dorang pulang dari kebun dorang lia meter so tarada jadi dorang marah,” ungkap Matius.  Pj. Kades Cio Maloleo, Ricard Limoli, yang dikonfiramsi terpisah, belum terhubung hingga berita ini ditayangkan. (fay)