GMNI Desak Polda Malut Segera Proses Frans Manery

Ketua Bidang Pemuda pelajar dan mahasiswa DPP Persatuan Alumi GMNI Indonesia Albert Hama.

JAILOLO – Ketua Bidang Pemuda Pelajar dan Mahasiswa DPP Persatuan Alumni GMNI Indonesia Albert Hama mendesak Polda Maluku Utara segera proses Frans Manery atas pernyataan yang ia lontarkan  kepada massa aksi beberapa waktu lalu.

Selain memerintahkan sejumlah PNS untuk melakukan pemukulan kepada massa aksi, Frans juga melontarkan akan membunuh massa aksi. Albert menilai,  pernyataan Frans tersebut sangat tidak etis, apalagi itu keluar dari mulut seorang pejabat.

“Kami mendesak Kapolda Maluku Utara sebagaimana laporan yang sudah dilaporkan oleh DPD GMNI Malut terkait pernyataan Frans Manery Bupati Halut. Pernyataan sangat menyinggung kami GMNI yang notabene sebagai pengikut Sukarno,” kata Albert kepada Fajar Malut, Senin (27/2/2023)

Menurutnya, pernyataan orang nomor satu Kabupaten Halut itu menarik perhatian paham Soekarno dibawah gerbong GMNI. Sebab pernyataan yang dilontarkan di tengah tengah masa aksi pada waktu itu seolah mengintimidasi GMNI sendiri.

“Dengan vedio membuktikan bahwa Frans menyampaikan bahwa mereka bibit yang tidak baik yang harus dibunuh ini sangat terganggu karena kami juga bagian dari pada Soekarnois yang ada di Maluku Utara,” tandasnya

Ketua Fraksi PKB Halbar itu mengatakan, pernyataan pembunuhan bibit GMNI itu segera diproses hukum. Sebab, penyampaian aspirasi di muka umum djamin undang-undang, apalagi GMNI adalah organisasi yang cinta terhadap Pancasila dan UUD.

“Perintah Frans Manery untuk semua PNS ambil kayu panggal pukul adalah sebuah ancaman pembunuhan yang seharusnya diproses. Sebagai ketua DPP saya meminta kepada Polda Maluku Utara untuk segera proses kepada saudara Frans Manery,” tegas Anggota Komisi I DPRD Halbar itu.

Selain di laporkan ke Polda Malut, GMNI lanjut Albert, juga melaporkan masalah itu ke Mabes Polri.  Apalagi,  pernyataan Frans sudah beredar luas hingga berbagai daerah yang kini dikantongi berbagai kader atau alumni GMNI.

“Saya tekan kepada Kapolda Maluku Utara, saya sudah terima laporan dari adik-adik DPD GMNI yang sudah melaporkan masalah ini agar segera diproses. Dan dokumen laporan saya akan melanjutkan ke Kapolri dan Kabareskrim melalui dan Kabag Humas Mabes Polri melalui Whatsapp hari ini (kemarin). Dan saya akan laporkan ke DPP GMNI di Jakarta,” ungkapnya

Lebih jauh Albert mengaku,  ia dikonfirmasi berbagai daerah terkait pernyataan Bupati Halut yang mengancaman para kader GMNI ketika melakukan aksi beberapa waktu lalu itu.

“Videonya sudah viral, saya juga sudah dapat telepon dari Papua, Sumatra,dan Kalimat dan di seluruh Indonesia. Tapi saya bilang mereka menahan diri biarkan adik-adik lakukan proses hukum. Jikalau tekan tekan politik dari luar yang membuat Polda sengaja menghambat hambat, maka saya pastikan sebagai ketua bidang pemuda pelajar dan mahasiswa yang membidangi sala satu demonstrasi saya akan memerintahkan semua elemen GMNI yang ada di seluruh Indonesia demo solidaritas untuk melakukan penekanan pada Polda Malut,” tegas Albert. (ais)