Lebih lanjut, Ismail mengatakan, peringatan Hari Anak Nasional yang dirayakan tiap tahun juga bukan sebuah acara seremonial, namun peringatan ini harus ditindaklanjuti dengan menunjukkan kepedulian dan empati, bahwa tiap anak dan keluarga yang membutuhkan merupakan tanggungjawab bersama sebagai stakeholder yang memiliki peran dan tanggung jawab atas hal tersebut.
“Masih banyak catatan khusus bagi kita, Pemerintah Daerah maupun stakeholder terkait dalam menyikapi persoalan anak, terutama anak-anak Tidore baik yang di daratan Oba maupun di Pulau Tidore. Melalui kesempatan ini, kami menghimbau agar persoalan ini menjadi sebuah prioritas untuk kita tangani karena dalam visi Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan yaitu Terwujudnya Masyarakat Sejahtera Menuju Tidore Jang Foloi, yang berarti mencakup seluruh masyarakat tanpa terkecuali,” imbuh Ismail.
Ismail menambahkan, anak-anak Kota Tidore Kepulauan mempunyai mimpi dan cita-cita yang perlu didukung bersama, serta mempunyai hak untuk menerima pendidikan dan pengasuhan yang baik.
