“Sudah ada bangunan di lahan 20 hektar, nanti kita minta Unkhair supaya diatur pemindahan jurusan-jurusan yang cocok dengan lokasi ini,” jelasnya.
Sherly juga menyoroti potensi manfaat ekonomi yang dapat dirasakan masyarakat sekitarnya, jika kampus mulai beroperasi.
Aktivitas mahasiswa dan civitas akademika dinilai bisa menjadi penggerak ekonomi lokal. “Saya tidak mau gedung-gedung ini menjadi kerugian negara. Kalau ada mahasiswa, masyarakat sekitar juga bisa terima manfaatnya,” tutup Sherly.
Pemerintah Provinsi Maluku Utara saat ini terus menjalin komunikasi aktif dengan Kementerian Pendidikan Tinggi untuk percepatan pemanfaatan aset negara ini, sekaligus sebagai upaya pemerataan akses pendidikan tinggi dan pembangunan berbasis kawasan. (ril)
