Gubernur menjelaskan, penyaluran saat ini untuk wilayah Ternate, Sofifi, dan Tidore. Namun, dirinya memastikan bahwa Kabupaten lain akan segera menyusul seiring dengan masuknya tambahan pasokan dari pusat.
Didampingi Plt. Kadis Perindag Malut, Rony Saleh, Gubernur meninjau titik-titik penyaluran resmi, berupa penjualan MinyaKita Rp15.700 per liter, maksimal 2 liter untuk satu orang dan beras SPHP Bulog Rp57.000 per 5 Kg.
Gubernur menekankan dengan tegas bahwa mitra Bulog dilarang keras menjual stok subsidi kepada pengecer atau spekulan. Minyakita dan beras SPHP harus dipastikan terjual langsung ke tangan ibu rumah tangga.
Pada hari pertama di Pasar Galala, tercatat dua mitra Bulog telah mengeksekusi penyaluran dengan total pasokan mencapai 400 karton Minyakita dan 500 sak beras SPHP. Dua mitra lainnya akan segera menyusul dalam proses pembelian ke Bulog, sehingga total terdapat empat titik penyaluran di kawasan tersebut.
“Tujuannya agar ibu-ibu rumah tangga bisa menghemat pengeluaran. Jangan sampai stok ditumpuk atau berpindah tangan ke penjual lagi. Saya ingin warga benar-benar merasakan kehadiran pemerintah melalui harga murah ini,” pungkasnya.(ril)
