BOBONG – Bobong, Ibu kota Kabupaten Pulau Taliabu tidak hanya dikelilingi material kiriman gunung merah yang diduga dilakukan penambang galian C. Pusat pemerintahan itu juga dikelilingi ‘gunung’ sampah.
Lihat saja, sampah di sejumlah titik kota itu. Di depan pasar Bobong, misalnya, sampah sudah menggunung dan mengeluarkan bau tak sedap. Amatan Fajar Malut, sejak Senin hingga Selasa (8/7) kemarin, akibat tumpukan sampah itu, menyebabkan pengguna jalan tak nyaman saat melintas ke jalur tersebut.
Pengguna jalan pun keluhkan sampah yang sudah membusuk. Usut punya usut, ternyata petugas kebersihan sudah satu pekan ini belum mengangkut sampah akibat akses jalan menuju ke Tempat Pembuangan Sampah (TPA) rusak parah.
“Kami masih kesulitan untuk mengangkut sampah-sampah ini karena hujan selama sepekan ini merusak akses jalan menuju tempat pembuangan sampah. Mobil tidak bisa masuk karena jalan rusak,” ungkap, salah seorang petugas kebersihan, Jumadi, kemarin.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Pulau Taliabu M. Ridwan Buamona saat dikonfirmasi membenarkan, tumpukan sampah terjadi bukan karena kesengajaan maupun soal gaji petugas yang belum dibayar, melainkan akses jalan menuju tempat pembuangan sampah belum bisa dilalui oleh mobil karena jalan rusak.
“Petugas kebersihan kami sudah dicairkan gajinya, namun karena jalan yang rusak, mobil susah melewatinya. Dan ketika kami angkut mau dibuang ke mana, jadi itu alasan mengapa sampah masih belum kami angkut,” terangnya.
Lokasi alternatif untuk membuang sampah-sampah tersebut pun belum tersedia sehingga belum dapat dipastikan kapan masalah tumpukan sampah itu diatasi. (bro)
Jangan Ketinggalan Berita Fajar Malut di Channel WhatsApp.
(tekan disini untuk bergabung)

