DARUBA – Di masa pendemi Covid-19 banyak penyair mendedikasikan diri untuk melahirkan karya dan mengambarkan berbagai momen puitik di tengah wabah nasional ini, salah satunya guru Madrasah Aliyah Swasta (MAS) Nurul Huda Gotalamo, Abi N Bayan.
Pria asal Galela ini menjadi satu-satunya penyair asal daerah Maluku Utara yang terlibat dalam proyek antologi puisi nasional yang bertajuk ‘Sesudah Zaman Tuhan, Sajak-Sajak Dari Masa Covid-19’.
Proyek Antologi ini diikuti oleh 47 penyair dari 34 Provinsi di Indonesia. Abi N Bayan kepada wartawan menuturkan, Antologi ini digagas oleh Anugrah Gio Pratama, pemuda asal Lamongan yang sementara menempuh Pendidikan di Universitas Lambung Mangkurat, Banjarmasin.
Pengagas ini juga dibantu oleh beberapa penyair lainnya dan dipublis oleh siger publisher Lampung dengan 226 halaman buku dan resmi terbit 19 Mei 2020. Buku ini berhasil mengumpulkan karya-karya penyair yang berasal dari Sabang sampai Merauke dan dirinya merupakan guru produktif menulis turut terlibat dengan karyanya tiga judul puisi, yakni Di Perumahan Seratus, Yang Basah dan Dari Polemik ke Pandemik.
“Harapan saya semoga di tengah pandemik ini, Pemda tidak kehilangan marwah, selalu jujur dan konsisten dalam melakukan pencegaan Covid-19,” ujar Abi N Bayan.
Alumni Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Khairun Ternate ini juga menambahkan, karyanya ini telah dimuat dalam buku elektronik yang sengaja dibuat dalam bentuk PDF dan disebarkan melalui media daring agar bisa dibaca oleh semua lapisan masyarakat, bisa langsung mendapatkan secara gratis lewat link diuduh; Sesudah Zaman Tuhan (Kumpulan Puisi).”. (fay)

