Hadiri Pelantikan Forhati Halteng, IMS Beri Challenge Pada Pengurus

Pelantikan Forhati Halteng

WEDA – Penjabat Bupati Halmahera Tengah (Halteng) Ir. Ikram Malan Sangadji menghadiri acara pelantikan pengurus Majelis Daerah Forhati (Forum Alumni HMI Wati) Halteng yang dilaksanakan di aula Mardelia, Desa Wedana, Kecamatan Weda, pada 6 Jumadil Awal 1444 Hijriyah/30 Desember 2022 malam.

Pelantikan tersebut diusung tema “Meneguhkan Peran Forhati Dalam Sinergitas Pemberdayaan Perempuan”. Sebagaimana diketahui, pelantikan tersebut dilakukan oleh Koordinator Presidium MW Forhati Maluku Utara Laily Ramadhany Can.

Dalam kesempatan itu Pj Bupati Halteng, Ikram Malan Sangaji mengajak pengurus Majelis Daerah Forhati Halteng dan MD KAHMI agar ikut membantu menyelesaikan sejumlah persoalan daerah, terutama di wilayah Lelilef, Kecamatan Weda Tengah.

Dikatakannya kita semua termasuk KAHMI dan Forhati harus berpikir dalam scoping (pandangan) yang luas tidak pada scoping lokal.

“Kita ini tidak harus bicara dalam scoping yang kecil, padahal kita ini komunitas dunia, karena kalau kita bicara skala kecil maka akan output juga kecil,” katanya.

“Jadi kita harus bicara dalam scoping dunia sehingga outputnya pun besar,” bebernya di awal sambutan.

Untuk itu dirinya memberikan challenge kepada pengurus MD KAHMI Halteng dan MD Forhati Halteng untuk bisa bergerak melakukan kegiatan ke bawah.

Ikram menyampaikan dirinya terbuka untuk Forhati dalam hal kolaborasi pembangunan. “Untuk itu jangan-jangan setelah dilantik, pengurus jarang bakudapa deng saya,” canda Ikram disambut gelak tawa.

“Saya minta tolong agar Forhati bisa turun langsung dan memperhatikan ibu-ibu, banyak ibu-ibu dan perempuan di wilayah Lelilef yang tidak mendapatkan hak di sana, banyak wanita disana yang butuh perhatian, yang intinya dukungan itu tidak memandang suku dan ras, karena itu tanggung jawab kita bersama,” akunya.

Maksud dan tujuan saya fokus ke sana (Weda Tengah) agar kawasan tersebut tertata dengan baik dan benar-benar hebat sehingga menjadi branding bagi Maluku Utara. 

Bukan kedepan menjadi wilayah kumuh yang tidak terurus. “Artinya bahwa Halteng memiliki sumberdaya yang kini dinikmati seluruh dunia, salah satunya adalah baterai untuk mobil listrik, bahannya diambil dimana, ya di sini di Halteng ini,” beber Ikram.

Ikram meminta agar dapat raker Forhati agar bisa dibahas adalah bukan hanya fokus pada Forhati, tapi yang dibahas adalah siapa yang bisa dijangkau oleh Forhati. 

“Untuk itu saya buat challenge ke Forhati Halteng agar turun langsung dan masuk di kawasan Lelilef untuk melakukan pendampingan kepada masyarakat di sana terutama para perempuan dan ibu-ibu. Karena di sana, yang saya lihat mereka butuh bantuan dan itu kehadiran Forhati juga sangat penting,” pungkasnya.

Problem sosial yang terjadi di Lelilef sangat tinggi baik prostitusi, perselingkuhan, bahkan pembunuhan. Dari kesemua problem itu siapa yang harus dimintai bertanggungjawab. Untuk itu alumni hijau hitam (HMI) bisa melakukan itu,” urainya. (udy)