Halsel Koleksi 158 Kasus Kusta dan 185 HIV AIDS

Menurut Asia, penanganan kusta di Halsel dilakukan melalui penemuan kasus secara dini (early detection), pengobatan berkelanjutan, serta pemantauan rutin oleh petugas kesehatan, baik dua minggu sekali maupun satu bulan sekali sesuai kondisi pasien.

“Dengan pengobatan teratur, kusta bisa disembuhkan dan tidak menular. Saat ini, banyak pasien yang menunjukkan perkembangan positif,” jelasnya.

Dinas Kesehatan juga terus melakukan edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat untuk menekan stigma terhadap penderita kusta. Asia menegaskan, stigma justru menjadi salah satu faktor yang menghambat penderita untuk memeriksakan diri lebih awal. “Kusta bukan kutukan. Ini penyakit yang bisa disembuhkan jika ditangani sejak dini,” tegasnya.

Sementara kasus lain yaitu, Kasus HIV/AIDS di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) menunjukkan tren peningkatan yang mengkhawatirkan. Data Dinas Kesehatan setempat mencatat, hingga tahun 2025 jumlah pengidap HIV/AIDS telah mencapai 185 orang, tersebar di berbagai kecamatan. Kondisi ini menjadi alarm serius bagi pemerintah daerah dan masyarakat.(*)