Halteng Ditangan IMS Bawa Perubahan Signifikan

Untuk kawasan Weda Tengah sampai Weda Utara itu melalui suplai PLTU dari IWIP, kemudian lagi penyambungan dari Weda Timur sampai ke Patani Timur.

“Sekarang PLN melakukan penyambungan instalasi listrik karena selama ini listrik jaringan PLN adalah jaringan PLTD kemudian instalasinya tidak terbungkus sehingga per 1 April 2023 pergantian instalasi. Sehingga ada beberapa kali terjadi pemadaman,” akunya.

Kemudian pada klaster kedua adalah Weda Tengah. “Saya juga sudah sepakat dengan pak Kevin, pada tanggal 23 April pada saat idul Fitri kemarin, air bersih juga akan dibangun oleh IWIP. Saya minta adalah minum, bukan cuma cuci dan mandi tapi juga minum,” pungkasnya.

IMS mengaku, kedepan pihaknya akan membangun politeknik. Dan RSUD Weda itu akan dijadikan rumah sakit rujukan internasional. “Perlu diketahui juga beberapa hari kedepan ada 20 bidan akan berangkat ke Shanghai, China. Tour visit ke tiga provinsi,” tandasnya.

Tak itu saja, untuk mempercepat proses penanganan traumatik di wilayah Weda Tengah akan kita bangun Puskemas berskala internasional. “Itu akan disertai dengan tiga tower, yaitu dua tower untuk masyarakat dan satu tower untuk keluarga pasien,” tambah IMS.

Asisten Deputi Pengelolaan Perikanan Tangkap Kemenko Marves tersebut mengaku, dirinya melakukan itu dengan membuka semua jaringan kerjasama. Bahkan dirinya telah mengambil kebijakan melarang kepala desa untuk mengajukan CSR. “Semua melalui Pemda, karena IWIP bukan hanya milik orang Weda Tengah dan Weda Utara. Tapi IWIP milik semua orang Halteng jadi harus adil,” tegasnya.

“Dan siapa yang bisa menyeimbangkan keadilan itu, itu adalah saya yang bisa melakukannya,” lanjut IMS.

Karena itu, dirinya mengeluarkan dua kebijakan, yaitu melarang kades menetapkan SKT, dan mengajukan permintaan CSR. “Ini harus saya kontrol, sehingga harus sama-sama bisa dirasakan semua masyarakat,” lanjutnya.