“Sementara untuk komoditas yang lain seperti ikan dan ayam untuk sementara masih bisa terkendali, namun berpotensi juga naik,” tambahnya.
Lebih lanjut, daerah yang selama ini menjadi supplier ke Kota Tidore seperti Haltim dan Halut juga mengalami krisis pasokan. Bahkan pasar-pasar terdekat seperti Gorontalo dan Sulawesi Utara juga tutup karena harga di dua provinsi tersebut saat ini tertinggi secara nasional, sudah di atas 10%.
“Sepuluh besar itu nominasinya dua provinsi itu, Gorontalo dan Sulawesi Utara di atas. Sudah masuk dua digit, dia sudah diatas sepuluh. Itu memang secara nasional baru terjadi di sekitar tiga bulan terakhir,” ungkapnya.
Untuk itu, Pemerintah Daerah Kota Tidore sudah menyiapkan skema intervensi dengan mendatangkan suplai dari luar, seperti dari Makassar atau dari Jawa.
“Langkah yang kita diskusikan akan kita lakukan intervensi menyangkut dengan suplai dari luar. apakah dari Makassar atau dari Jawa karena itu tentu juga butuh konsekuensi pendanaan,” ujarnya.
Lanjutnya, Sementara untuk pelaksanaan pasar murah dan penyaluran cadangan pangan akan dikoordinasikan dengan Dinas Perindagkop dan UKM, mengingat kebijakan anggaran tahun 2026 kegiatan tersebut ada di dinas tersebut, di tengah kondisi fiskal yang sangat terbatas. (hms)