Harga Cengkeh ‘Mencekik’ Petani

Petani Cengkeh

TERNATE – Anjloknya harga cengkeh di Kota Ternate, dinilai mencekik petani di tengah Pandemi Covid-19. 

Norma, petani Cengkeh di Kelurahan Tongole mengungkapkan, ditengah serangan wabah Covid-19, cengkeh yang mestinya menjadi tumpuan petani bertahan hidup justru semakin membuat petani melarat.

Menurutnya, harga cengkeh sebesar Rp 56 ribu – Rp 57 ribu per kg saat ini dianggap tidak sesuai dengan proses pengerjaan yang makan biaya dan waktu yang lama. Katanya, biaya yang dikeluarkan per hari untuk per orang yaitu Rp 125 ribu – Rp150 ribu per karung ukuran 50 kg, tapi masih dengan tangkainya. Karena itu, para pekerja (buruh cengkeh) diberi target, jika tidak mereka akan rugi.

Dalam satu kali panen cengkih kata dia, bisa 10 karung, tapi dari hasil panen tidak dijual satu kali. Hasil panen disimpan dan disiapkan, untuk saat mendesak seperti pemenuhan kebutuhan pokok. Apabila mengalami kekurangan, bisa cengkeh langsung dijual. “ Kita jual sedikit-sedikit. karena kondisi seperti ini mau harapkan apa?. Berkebun sayur juga butuh waktu lama,” ujarnya.

Dia juga mengaku, jika cengkeh yang dia miliki tidak dijual sekaligus, dengan harapan harga bisa naik di bulan ini. Ternyata harga justru turun. Maka, harapannya agar harga cengkeh bisa naik, agar petani juga bisa memenuhi kebutuhan ekonominya. Artinya, harga cengkeh yang sesuai yaitu Rp100 ribu. Jika, harapan harga Cengkeh itu terlalu tinggi paling tidak Rp 90 ribu agar, petani merasa puas dengan hasilnya. (nas)