SANANA – Selain harga kopra yang mencekik nasib petani di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), musim cengkih kali ini juga tak kalah bedanya.
Cengkih yang biasanya di harga Rp. 70 hingga 80 ribu per kilogram, kini harganya terjun hingga ke Rp. 50 ribu perkilogram. Dengan harga cengkih yang seperti itu, tentu tidak sebanding dengan keringat yang petani keluarkan.
Najamudin Duwila, salah satu petani cengkeh di Kepsul mengatakan, saat ini semua warga yang memiliki kebun cengkih mengeluh dengan harga cengkeh, lantaran sejumlah pengumpul yang berada di kota Sanana membeli dengan harga Rp 50.000 per kilogram.
“Kami petani cengkih ini walaupun panen banyak, tapi kalau harga terus turun seperti ini kami merasa sulit,” katanya kepada wartawan, Selasa (15/09/20). Hal ini dibenarkan oleh Yus, yang merupakan kasir Toko Nita yang membeli hasil pertanian.
Dia menuturkan, saat ini pihaknya membeli cengkih dengan harga Rp 50.000 per kilogram. Sedangkan, untuk harga Coklat Rp 25.000 per kilogram dan Kopra Rp 570.000 per 100 kilogram.
Meski begitu, masih ada selisih harga dengan salah satu pengumpul komoditas yang berada di Desa Fatce yang membeli cengkih dengan pasaran harga Rp 55.000 per kilogram.
“Kalau kami sekarang membeli cengkih perkilogram dengan harga Rp. 55.000, mungkin di Sanana ini kami saja yang membeli lima setengah,” ungkap karyawan yang enggan menyebut namanya itu. Namun kedua pengumpul hasil pertanian itu enggan menyebutkan alasan membeli cengkih dengan harga rendah, sementara intansi terkait hingga berita ini dikirim ke redaksi, belum berhasil dikonfirmasi. (nai)

