DARUBA – Masyarakat Kabupaten Pulau Morotai mulai dicekik tingginya harga tiket pesawat tujuan Ternate maupun Manado.
Data yang diterima Fajar Malut, harga tiket pesawat dari Kabupaten Pulau Morotai – Kota Ternate dan Morotai – Manado naik lebih dari dua kali lipat, atau sudah lebih dari Rp 1 juta.
“Dulu kalau tujuan Ternate harga tiketnya dari 400 sampai 600 ribu, sekarang sudah Rp 1,1 juta. Kalau Manado dulu bisa dapat Rp 900 ribu, tapi sekarang sudah Rp 1,8 juta,” ungkap Kasubsi TOKPD Bandar Udara Pitu Pulau Morotai, Ari Kurniawan, ketika dikonfirmasi wartawan, Selasa (26/7/2022).
Menurut Ary, naiknya harga tiket pesawat ini disebabkan karena naiknya harga Bahan Bakar Minyak (BBM). “Iya sejak BBM naik,” katanya.
Dampak atas naiknya harga tiket pesawat ini, diakui Ary, sangat berpengaruh pada jumlah penumpang, sampai berimbas pada jadwal penerbangan.
“Untuk Morotai-Ternate, sebelumnya dalam seminggu itu setiap hari penerbangan, sekarang satu Minggu empat kali, hari Selasa, Rabu, Jumat dan Minggu. Tapi kadang-kadang suka cancel juga. Alasan, ya mungkin itu belum ada penumpang,” ujarnya.
Sementara, untuk rute penerbangan langsung Morotai – Manado, sudah ditutup. “Kalau dulu ada (Morotai – Manado), sekarang karena mungkin faktor penumpang makanya mereka mendingan ambil transit di Ternate,” tambah Ary.
Ia berharap, secepatnya ada perubahan tiket pesawat, sehingga penumpang dan rute pesawat bisa kembali normal.
“Kalau tuntutan masyarakat untuk kesini harus pake transportasi udara, cuma kendalanya itu. Mungkin harga tiket itu, jadi harapannya, penumpang kembali normal dan lancar penerbanganya,” tuntas Ary. (fay)

