Hendak Mandi, Warga Gorup Diterkam Buaya

Proses evakuasi korban dari sungai

21 Jam Pencarian Korban Berhasil Ditemukan

WEDA – Setelah melakukan pencarian selama kurang lebih 21 jam, akhirnya korban yang diterkam buaya berhasil ditemukan pada Sabtu (4/12/2021) pagi sekitar pukul 10.00 WIT.

Adalah Koda Hi. Ismail (44) yang diketahui warga Desa Gorup, Kecamatan Makean, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) itu tewas diterkam buaya saat dirinya hendak mandi di tepi sungai dekat kebunnya yang tak jauh dengan sungai tersebut.

“Korban bersama istrinya, Iyah (35) datang dari Pulau Makean dengan tujuan untuk berkebun disekitar desa Bale. Terhitung sekitar 1 bulan korban dan istrinya tinggal kebun. Kebetulan jarak kebun korban tidak jauh dari Sungai Kali Bale,” ucap Danramil 1505-04/OBA, Lettu Inf. Andri.

Menurut keterangan istrinya, menyebutkan bahwa Koda Hi. Ismail ke kali dengan tujuan untuk mandi dan mengambil air. Dimana jarak dari rumah kebun ke sungai sekitar 20 meter. “Berselang sekitar 3 menit istrinya mendengar korban memanggil namanya namun setelah istrinya sampai di tepi sungai melihat tangan suaminya di gigit seekor buaya dan langsung menarik korban masuk kedalam air, melihat hal itu, istrinya panik dan takut sehingga tidak sempat untuk menolong korban,” lanjut Danramil.

Melihat kejadian tersebut, istri korban pergi minta bantuan kepada masyarakat desa Bale yang jarak dari tempat kejadian sekitar 2 kilometer.

Mendapat informasi itu, sekitar pukul 18:00 Wi masyarakat desa Bale bersama Babinsa Koramil 1505-04/Oba, Serda Rindo K, dan Bahabinkamtibmas Polsek Oba, yaitu Bripka Hamka Sukirman, menuju lokasi kejadian dan berupaya mencari korban ditepi-tepi kali.

Setelah itu, sekitar pukul 20:00 Wit Danramil 1505-04/Oba, Lettu Inf. Andri W.G menuju lokasi kejadian bersama anggota 5 orang, anggota Koramil dan Polres Oba, yaitu Aipda Rustam Hi. Husen, dan rekan-rekannya.

Bahkan Camat Oba, Safrudin Naser bersama Kades Bale dan Kades Tului dan ratusan masyarakat turut serta bersama masyarakat turun ke kali membantu mencari korban malam itu (Jumat malam).

Proses pencarian dilakukan dengan peralatan seadanya, yaitu menggunakan senter, pada saat penyisiran di tepi kali itu di temukan seekor buaya naik ke permukaan air dengan panjang sekitar 4 meter, dengan mengigit korban namun karena airnya terlalu dalam dan suasananya terlalu gelap membuat sulit untuk menggambil korban yang sedang di gigit buaya.

Amatan Fajar Malut, proses pencarian berakhir sekitar pukul 00.10 WIT, namun sebagian besar warga memilih tetap menginap di lokasi kejadian hingga pagi hari, karena menjaga kemungkinan korban tidak dibawa buaya ke muara kali. Bahkan warga memasang jaring ikan untuk mencegah ruang gerak buaya.

Keesokan harinya, Sabtu (4/12/2021) sekitar pukul 10.00 WIT korban berhasil ditemukan oleh warga masyarakat yang mengikuti pencarian itu.

Menurut Danramil Oba, Lettu Inf. Andri mengatakan bahwa pada pukul 06:00 Wit, dirinya bersama Kapolsek Oba IPTU R. Bunyi dan 13 orang anggota gabungan bersama Kades Tului dan Kades Bale serta ratusan masyarakat kembali melanjutkan pencarian.

Sekitar 5 jam pencarian di sekitar sungai akhirnya membuahkan hasil, tepat pukul 10. 00 Wit korban terlihat mengapung dari dasar sungai. Melihat hal itu, masyarakat yang ikut pencarian tersebut turun ke dalam air untuk mengambil korban.

Saat dievakuasi, jenazah korban digigit buaya tersebut terdapat luka sobek di paha kanan, luka sobek dan patah tulang tangan kanan, luka bakas cakar kuku buaya di bagian perut, leher bagian belakang, dan punggung. “Selanjutnya korban di evakuasi ke rumah keluarga korban di Desa Tului oleh aparat keamanan dan masyarakat.

Setelah disemayamkan di rumah keluarganya, korban kemudian dibawa ke rumahnya di Desa Gorup, Kecamatan Makean Kabupaten Halsel via Pelabuhan Gita dengan menggunakan speed karet milik Basarnas.
Terakait itu juga, Camat Oba, Safrudin Naser menyampaikan turut berduka atas peristiwa yang menimpa korban.

Camat menyampaikan utuk masyarakat Oba terutama yang biasa beraktifitas sebagai petani di sekitar sungai dan sering menyebrang dan mandi di sungai agar lebih berikhtiar dan berhati-hati. “Mengingat kondisi sungai kurang baik dan banyak buaya,” tuturnya. “Untuk itu kami berharap agar tetap berikhtiar agar musibah ini tidak lagi terjadi,” tutup Safrudin. (udy)