HJT Terakhir Periode Burhan-Abdullah

Upacara HJT ke 770

TERNATE – Upacara peringatan Hari Jadi Ternate (HJT) ke 770 tahun ini, merupakan perayaan Hari Jadi Ternate yang terakhir di periode masa kepemimpinan Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman dan Wali Wali Kota Ternate Abdullah Tahir.

Upacara yang dilangsungkan di halaman kantor Wali Kota dengan inspektur upacara Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman berjalan khidmat.

Selain itu pada upacara kali ini merupakan upacara yang istimewa selain diakhir periode, namun ini juga upacara HJT pertama setelah pemerintah pusat menetapkan Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional, yang kemudian semangat perjuangan Babullah itu diangkat dalam peringatan HJT kali ini yakni “Dengan Spirit Kepahlawanan Sultan Baabullah Kita Wujudkan Ternate Maju, Berbudaya Dan Berdaya Saing”.

Dimasa lalu, Ternate menjadi kekuatan magnet daya tarik dunia, karena Ternate masa lalu menjadi titik sentral pusat perebutan rempah dunia. Wali Kota Ternate Burhan Abdurahman mengatakan, pengaruh strategis Ternate membuat imperialisme kekuasaan barat menguasai Ternate dan akhirnya terjadi perlawanan atas kesewenangan penguasaan wilayah.

Hal ini kemudian mendorong sang pahlawan Sultan Baabullah dengan semangat kepahlawanannya mengusir penjajah keluar dari tanah Moloku Kieraha. “Momentum peringatan Hari Jadi Ternate kali ini patut kita berikan apresiasi dan penghargaan terhadap Pemerintah Pusat atas pemberian gelar Sultan Baabullah sebagai Pahlawan Nasional. Keabsahaan dari penobatan Sultan Baabullah Datu Syah dari Ternate, Maluku Utara, sesuai Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 117/TK/Tahun 2020, tertanggal 6 November 2020 di Jakarta,” katanya.

Dikatakannya, tantangan saat ini dan ke depan adalah bagaimana memaknai tema sentral tersebut dalam situasi kekinian. Dengan memanfaatkan semangat kepahlawanan dan sejarah, peradaban masa lalu untuk menggapai masa depan yang lebih baik.

Pada sambutan dalam upacara itu Wali Kota menyebut, saat ini semangat meningkatkan kompetensi dan kinerja di berbagai bidang pembangunan yang bermanfaat bagi masyarakat Kota Ternate. Di samping itu, semangat memanfaatkan peluang dalam merefleksikan sejarah sebagai potensi yang dikemas dalam event-event penting dalam bingkai napak tilas menelusuri jejak perjalanan sejarah masa lalu.

“Untuk itu, mudah-mudahan Agenda Global 500 tahun Magellan Expedition dan Sail Tidore tetap dilaksanakan di tahun depan. Dua momentum penting ini harus dimanfaatkan karena akan berdampak positif bagi Kota Ternate terutama pada sektor jasa dan perdagangan. Karena selain Ternate relatif memiliki infrastruktur yang memadai, juga kedekatan geografis Ternate dan Tidore memiliki napak tilas sejarah yang hampir sama,” jelasnya.

Selain itu kata Wali Kota, semangat kepahlawanan Sultan Baabullah memberikan spirit dan motivasi dalam meningkatkan kinerja pelayanan kepada masyarakat.

Tranformasi nilai kultural dan kearifan lokal menjadi sangat diperlukan dalam pelayanan birokrasi apalagi di era kemajuan teknologi, komunikasi dan informasi yang cenderung menggerus nilai-nilai budaya lokal.

“Untuk itulah diperlukan nilai cultural sebagai filter agar kita tetap eksis di era baru tanpa harus meninggalkan jati diri,” ungkapnya. Usai upacara HJT dilanjutkan dengan paripurna istimewa DPRD yang dipusatkan di royal resto Kalumpang. (cim)