Ibukota Taliabu Langganan Banjir

Wajah ibukota Taliabu saat hujan

BOBONG – Ibu Kota Kabupaten Pulau Taliabu sepertinya sudah menjadi langganan banjir. Buktinya, setelah diguyur hujan sejak Rabu (24/6) dini hari hingga sore kemarin, Bobong, wajah ibu kota berubah menjadi kolam.

Banjir merendam puluhan rumah dalam kota, khususnya di titik rawan banjir. Peristiwa banjir seperti ini bukanlah hal baru, tetapi selalu terjadi setiap tahun dimusim hujan. Bahkan, hal ini sudah terjadi semenjak pemekaran daerah itu dimekarkan.

Kendali saluran air dan gorong – gorong dalam kota ada tersedia di beberapa titik. Curah hujan berlangsung sekitar 10 jam hingga menjelang magrib tadi malam. Puluhan rumah warga Bobong dan Wayo kembali terendam banjir setinggi betis dan lutut orang dewasa. Warga pun terpantau sibuk berkemas barang – barang mereka agar tidak terendam.

Meski demikian, Kepala badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten pulau Taliabu, Sutomo Teapon ketika dikonfirmasi mengaku, hingga hujan mulai reda sore kemarin belum ada satupun laporan warga yang mengungsi.

Tidak hanya itu, Sutomo mengaku belum mengetahui berapa warga yang menjadi korban rendaman akibat banjir tersebut. “Belum ada yang mengungsi, yang terendam juga belum terdata,” sahut Sutomo. Untuk mengatasi langganan banjir dibobong , pemda taliabu nampaknya kehabisan ide.  Yang dilakukan adalah membersihkan drainase dan sisa sisa material galian c yang tertimbun di dalam selokan.

“Kita masih tetap melaksanakan aktivitas seperti biasanya, yakni menggali sisa – sisa material dalam selokan yang tersumbat akibat material galian C atau sampah di sejumlah titik,” tuturnya. (bro)