“Jadi karena honorer guru hari ini adalah hanya memenuhi kuota formasi PPPK, karena yang dikasih oleh Pempus adalah hanya kuota PPPK yang sudah mengabdi di sekolah minimal 2 tahun. Itu dari pusat yang minta, bukan dari Pemkab Morotai,” jelas Ujang.
Selain itu, Ujang berujar bahwa guru honorer di Pulau Morotai masih berkisaran 200-300 lebih. Akan tetapi, setiap kuota PPPK tidak selalu bersesuaian dengan kualifikasi pendidikan.
Karena menurutnya, kualifikasi pendidikan yang paling dibutuhkan itu rata-rata tidak tersedia seperti Guru Olahraga, Guru Bimbingan Konseling, dan Guru Seni Budaya serta Guru PAUD.
“Itu guru-guru yang susah sekali ditemukan di Pulau Morotai. Jadi guru-guru kita di Morotai yang punya kualifikasi pendidikan ini paling susah atau jarang sekali,” pungkasnya.
Pewarta : Muhammad Rifai
Editor : Erwin Egga
