TIDORE – Semangat mendorong kesejahteraan para tokoh Agama di Kota Tidore Kepulauan pada masa kepemimpinan Ali Ibrahim- Muhammad Sinen sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan, bukan saja isapan jempol.
Buktinya hingga saat ini, pendapatan para imam, saraa, pendeta dan pelayaan jamaat meningkat drastis menjadi tiga kali lipat dari masa pemerintahan sebelumnya yang hanya berkisar senilai Rp. 300 ribu per triwulan.
“Kenaikan insentif Imam dan Pendeta pada masa kepemimpinan AMAN itu sudah diangka 900 ribu pertriwulan, sementara para sara dan pelayaan jemaat senilai Rp. 750 ribu,” tutur Kepala Bagian Bina Kesra Sekretariat Daerah Kota Tikep Sahnawi Ahmad saat dikonfirmasi awak media, Selasa, (10/11/20). Dia mengatakan untuk penanganan pembiayaan Insentif, Imam, Saraa, Pendeta dan Pelayaan jamaat, Bagian Bina Kesra menangani hanya untuk di tingkat Kelurahan, sementara untuk di desa telah dikembalikan penangannya dibawah kendali pemerintah desa yang sumber pendanannya dari Alokasi Dana Desa (ADD).
“Total anggaran untuk biaya insentif Imam sara, pendeta dan pelayaan jemaat disetiap keluarahan itu mencapai Rp.3 miliar per tahun, jika ditambahkan dengan para Imam, Sara, Pendeta dan Pelayaan Jemaat yang berda di desa, maka nilainya kurang lebih Rp.4 miliar,” jelasnya.
Meski begitu, Sahnawi mengaku peningkatan Insentif Imam, Sara, Pendeta dan Pelayaan jemaat ini rencananya akan terus dinaikkan dengan memperhatikan kondisi kemampuan anggaran. Hal itu dilakukan sebagai bentuk penghargaan pada masa kepemimpinan Ali Ibrahim-Muhammad Sinen sebagai Walikota dan Wakil Walikota Tidore terhadap para pemuka agama yang berada di Kota Tidore Kepulauan.
“Peningkatan insentif ini akan dilakukan secara bertahap, karena kalau dipaksakan sekaligus dalam setahun tentu akan mengalami devisit, mengingat kondisi kemampuan anggaran kita yang masih terbatas,” tambahnya. (ute)

