Internal DPD II PAN Morotai Retak Pasca Musda

Dengan waktu yang terbatas, dan sebagaiman yang diarahkan DPP PAN, pihaknya tidak lagi mengulur waktu untuk menggelar rapat formatur.

“Waktu yang diberikan ke kita olah DPP pasca Musda ke V itu hanya dua Minggu untuk memasukan seluruh komposisi kepengurusan sekaligus dengan persiapan caleg 2024, dengan waktu yang terbatas itu kita tidak mungkin mengulur waktu. Jadi yang diarahkan oleh DPP hanya satu kali rapat formatur, pasca itu langsung di kirimkan ke DPP. Itu yang salah dipahami oleh teman-teman lain,” paparnya.

Tekait kontribusinya ke partai yang dipertanyakan, bagi Fadli, itu statemen yang keliru. “Kalau kontribusi ini yang dilihat itu harus keaktifan bendaharanya. Antasari (Bendahara) ini kan pasca Pileg sampai sekarang baru aktif, menghilang kurang lebih 1 tahun. Kontribusi saya itu berikan ke Sekretaris DPD, Ahmad Patiliang. Berkaitan dengan kontribus itu kan setiap bulan saya bayar, karena itu kewajiban saya ke Parpol. Sementara tiga bulan terakhir itu sudah dipotong karena Musda ke Ternate itu saya biayai sendiri dan musda di kabupaten itu saya biayai sendiri, jadi kalau dibilang saya tidak punya kontribusi itu keliru,” cetus Fadli.

“Yang perlu diluruskan itu keaktifan mereka sebagai kader partai yang minimal benar-benar aktif agar tahu proses dan perjalanan partai ini bagaimana,” tuntasnya. (fay)