Isu Penculikan Anak di Tikong Taliabu Utara Hoax

Informasi yang beredar di medsos

BOBONG – Beberapa hari ini warga Taliabu digegerkan dengan isi penculikan anak yang di post sejumlah akun facebook.

Dalam unggahan informasi penculikan anak yang memuat hasil screenshot bertuliskan rencana penculikan anak di desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara, informasi tersebut langsung diselidiki Bhabinkamtibmas di desa Tikong Kecamatan Taliabu Utara dengan menemui pihak-pihak terkait sebagaimana dalam unggahan penculikan anak yang memuat nama warga setempat.

Alhasil, diketahui bahwa informasi tersebut tidak benar. Berdasarkan laporan Bhabinkamtibmas desa Tikong yang di unggah Kapolres Kabupaten Pulau Taliabu, AKBP Totok Handoyo SIK menyampaikan, anggota bhabinkamtibmas desa Tikong Briptu Sangkala La Rau, telah melakukan giat sambang kepada  Ros (mm Aril) dan Ambarlian yang dikabarkan diculik, namun keduanya mengakui bahwa informasi percobaan penculikan yang viral beredar di media sosial tidak benar alias hoax.

“Bhabinkamtibmas  menanyakan kepada ibu Ros bahwa apakah benar terjadi percobaan penculikan kepada Ambarlian yang beredar di masyarakat. Ibu Ros mengatakan kabar itu tidak benar dan dia juga kaget ketika suaminya menelpon dan mengatakan kabar kebenaran tentang penculikan itu,” demikian salah satu bait laporan Bhabinkamtibmas desa Tikong yang diteruskan Kapolres Totok Handoyo di group WhatsApp mitra pers dan Polres Taliabu (2/02/2023) sore tadi 

Laporan tersebut juga menjelaskan, anggota Polsek Taliabu Barat langsung menemui  Ambarlian yang dikabarkan menjadi korban penculikan, namun yang bersangkutan mengatakan bahwa kabar itu tidak betul.

Ambarlian justru mengaku terkejut setelah tahu bahwa dia dikabarkan menjadi korban penculikan yang beredar di medsos. 

Meski demikian, Ambarlian mengaku pernah cerita ke neneknya, pernah saat pulang sekolah ada yang mengajak dia naik di motor untuk diantar pulang ke rumah, namun dia menolak karena tidak kenal dengan orang yang mengajaknya. Ambarlian menjelaskan kejadian tersebut sudah terjadi sekitar 1 bulan yang lalu. 

Sebelumnya, Isu penculikan anak di Kabupaten Pulau Taliabu  semacam ini telah ditanggapi Kapolres Pulau Taliabu, Totok Handoyo.  Ia menghimbau kepada masyarakat agar tidak terlalu panik dengan isu penculikan anak yang beredar di media sosial.

Meski demikian, Kapolres pertama di Taliabu itu tetap menghimbau kepada seluruh masyarakat Taliabu agar melakukan langkah-langkah ikhtiar, tingkat kewaspadaan dan selalu mengontrol anak-anak. 

“Yang kita lakukan sekarang, tingkatkan kewaspadaan, pantau anak anak kita dalam bergaul, baik di dunia nyata maupun dunia maya, batasi bermain terlalu jauh, minimal bisa dipantau oleh orang tua,” himbauannya.(bro)