Jabat Ketua KTNA, Ahmad Ishak Fokus Sejahterakan Petani Dan Nelayan

Ahmad Ishak

TIDORE – Politisi jebolan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang kini menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Tidore Kepulauan, yakni Ahmad Ishak, dipilih secara aklamasi untuk menjadi Ketua Kelompok Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Tidore Kepulauan periode 2022-2027.

Pemilihan Ketua KTNA ini, dilakukan di Aula SMA Negeri 1 Kota Tidore Kepulauan, Ahmad Ishak dipilih oleh pengurus KTNA dari 8 Kecamatan yang ada di Kota Tidore Kepulauan.

“Karena tadi ada acara sarasehan petani yang diselenggarakan oleh Dinas Pertanian Kota Tidore, sehingga dirangkaikan dengan paripurna pemilihan ketua KTNA Kota Tidore, dan yang terpilih adalah Saudara, Ahmad Ishak,” ungkap, M. Tahsjim Hayatudin, Wakil Ketua I KTNA Provinsi Maluku Utara, usai memfasilitasi proses pemilihan tersebut, Rabu, (16/11/22).

M. Tahsjim melanjutkan, KTNA merupakan mitra Pemerintah Daerah, yang nantinya akan berafiliasi dengan Dinas Pertanian untuk mengakomodir kepentingan para petani dan nelayan. 

Untuk saat ini, KTNA Provinsi Maluku Utara telah membentuk pengurus KTNA di 10 Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Maluku Utara, selanjutnya KTNA Provinsi akan melakukan rapat koordinasi dengan KTNA dan Kepala Dinas se Kabupaten Kota yang ada di Provinsi Maluku Utara untuk membicarakan terkait dengan pekan KTNA yang akan dilaksanakan pada Juni tahun 2023.

“Kami rencana memberangkatkan anggota KTNA ke Padang ini sebanyak 300 orang, masing-masing dari kabupaten kota itu pesertanya 30 orang,” tambahnya.

Senada disampaikan Ketua KTNA terpilih Kota Tidore, Ahmad Ishak, ia mengaku dalam waktu dekat dirinya akan merampungkan struktur kepengurusan secara internal untuk dilakukan pelantikan, setelah itu KTNA Kota Tidore akan bekerjasama dengan Pemerintah Daerah melalui Dinas Pertanian dan Dinas Kelautan untuk memajukan para petani dan nelayan di Kota Tidore.

“Insya Allah kedepan kami akan fokus mensejahterakan para petani dan nelayan, mengingat sumberdaya kita di Tidore juga sangat banyak, sehingga kedepan perlu dilakukan pendampingan agar para petani dan nelayan ini benar-benar bisa hidup sejahtera,” tandasnya. (ute)