Jabatan Komisaris Utama BPRS Kosong

BPRS Kota Ternate

TERNATE – Posisi Komisaris Utama di PT Bank Perkreditan Rakyat Syariah (BPRS), yang merupakan salah satu usaha dari badan usaha milik daerah (BUMD) milik Pemkot Ternate di bidang jasa keuangan, mengalami kekosongan. Karena belum ada yang mengisi jabatan komisaris utama tersebut. Kekosongan jabatan ini, setelah ditinggalkan M Tauhid Soleman saat mencalonkan diri di Pilwako 2020 kemarin.

Dirut BPRS Risdan Harly mengatakan, untuk jabatan komisaris utama saat ini masih kosong, setelah M Tauhid Soleman mundur saat pencalonan di pilkada kemarin. “Jadi sekarang masih kosong,” katanya, Minggu (15/08/2021).

Untuk jabatan komisaris utama ini, kata dia, setelah pemegang saham (Pemkot Ternate) melakukan seleksi sesuai dengan ketentuan otoritas jasa keuangan (OJK), dan hasilnya untuk menduduki jabatan tersebut baru akan dilakukan rapat umum pemegang saham (RUPS) untuk diangkat komisaris terpilih. “Karena pengangkatan komisaris dan dewan pengawas syariah termasuk direksi itu ada mekanismenya, kalau khusus lembaga keuangan beda lagi,” jelasnya.

Untuk jabatan dewan komisaris lanjut Risdan, minimal diduduki dua orang jika mengacu ke peraturan OJK, maka posisi komisaris itu sesuai dengan modal inti. “Kalau modal intinya diatas Rp 100 miliar, maka harus tiga komisaris karena satunya harus jadi komisaris kepatuhan,” sebutnya.

Dikatakannya, posisi komisaris utama ini harus terisi karena hal ini berkaitan dengan operasional. “Kalau komisaris sebelumnya itu pak Tauhid dengan Alwi Albaar,” tegasnya.(cim)