“Kemerdekaan yang kita jalani saat ini merupakan jasa para pahlawan, maka kita wajib melakoni era merdeka ini dengan segala kegiatan yang dapat membawa perubahan ke arah yang lebih baik untuk bangsa dan desa ini,” ujarnya.
Fiktor menyatakan, kemerdekaan ini penting dijaga dengan semangat gotong royong, dan bersatu, demi kemajuan bangsa Indonesia. Untuk itu, para pelajar, pemuda dan masyarakat diharapkan agar bisa bersama menciptakan sebuah desa yang maju, punya mental yang kuat, bertanggung jawab, juga berprestasi.
“Kita patut menjunjung Kemerdekaan ini dengan segala bentuk prestasi, mengukir kebersamaan untuk terus maju dan mengharumkan nama desa yang sama-sama kita cintai ini,” tambahnya.
Untuk itu, ia mengajak kepada seluruh masyarakat desa Bukit Durian agar bisa bersinergi dengan segala kemampuan dan usaha untuk membangun desa, yang telah diperjuangkan para leluhur tanpa memandang suku, agama, dan budaya masing-masing.
“Suku tidore, suku Tobaru, Suku Galela dan agama Islam maupun Kristen, di mata Indonesia kita diberi posisi yang setara, dan disatukan oleh Bhineka Tunggal Ika, berbeda-beda tetap satu. Maka tidak boleh kita jadikan perbedaan itu sebagai musuh, yang dapat memecah belah semangat persatuan yang selama ini telah diperjuangkan oleh pendahulu kita, hingga lahirlah sebuah Kemerdekaan yang saat ini kita nikmati,” tegasnya.
