TERNATE — Pemerintah Kota Ternate bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memperketat pengawasan harga barang kebutuhan pokok di pasar. Langkah ini diambil guna menjaga stabilitas harga dan menekan laju inflasi dalam menghadapi sisa dua bulan akhir tahun.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Ternate Rizal Marsaoly menyampaikan, pihaknya telah berkoordinasi secara intensif dengan Bank Indonesia (BI) untuk memastikan stabilitas harga barang. Bahkan, Pemkot telah mendeteksi sejumlah bahan pokok yang berpotensi menjadi pemicu kenaikan inflasi.
“Sisa dua bulan ini menjadi fokus kita bersama BI untuk menjaga stabilitas harga di pasar agar tidak mengalami kenaikan. Melalui Bagian Ekonomi dan OPD teknis, Pemkot melakukan intervensi serta evaluasi dan pengawasan ketat di lapangan. Jika dua bulan ini harga tetap stabil, kita optimistis tingkat inflasi bisa terus melandai,” ujarnya, pada Selasa (3/11/2026).
Menjelang momen hari besar keagamaan dan pergantian tahun seperti Hari Raya Natal di bulan Desember, Tahun Baru di bulan Januari, hingga menyongsong bulan Ramadan, Pemkot telah menyiapkan skema khusus pengendalian inflasi.
Dikatakan Rizal, berdasarkan hasil evaluasi dan pemantauan di lapangan, stok bahan pokok saat ini dipastikan masih aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Faktor cuaca menjadi salah satu tantangan yang terus diikhtiarkan antisipasinya.
“Momen-momen situasional ini merupakan agenda rutin tahunan. Pemkot telah menyiapkan skema pengendaliannya. Melalui kerangka kerja TPID dengan strategi 4K, kami terus memaksimalkan koordinasi lintas sektor, baik dengan Bulog, Pelindo, supplier, maupun pihak-pihak terkait lainnya,” jelasnya.
Dia menyebut, koordinasi ini dilakukan guna memastikan ketersediaan dan pasokan bahan pokok tetap aman hingga penghujung tahun hingga memasuki dua bulan pertama di tahun baru mendatang. Secara umum, pasokan dan harga bahan pangan di Kota Ternate saat ini dilaporkan relatif stabil.*
Editor : Hasim Ilyas
Jaga Stabilitas Harga Akhir Tahun, Pemkot Perketat Pengawasan Pasar
