Jalan Amblas di Tilei Kabupaten Morotai Makin Parah

Jalan amblas di Desa Tilei yang kondisinya makin parah.

DARUBA – Jalan trans Morotai yang amblas di desa Tilei Kecamatan Morotai Selatan Barat (Morselbar) belum mendapat penanganan serius dari Balai Kementerian PUPR RI.

Amatan Fajar Malut, Minggu (19/6/2022), tingkat kerusakan aspal akibat longsor terus membesar, hingga mulai merusak separuh dari badan jalan. Hal ini disebabkan naiknya debit air parit saat hujan deras yang terus mengguyur Kecamatan Morselbar dalam beberapa hari terakhir.

Pihak Balai, pada 12 Juni kemarin, telah menerjunkan alat berat ke lokasi tersebut, untuk membuat jalan alternatif, sehingga tidak membahayakan kendaraan besar saat melintas.

Selain jalan alternatif, sejumlah bahan untuk pembuatan bronjong juga sudah diturunkan di lokasi seperti kawat keranjang besi dan batu. Namun sudah lebih dari seminggu, belum ada proses pekerjaan pemasangan bronjong tersebut.

Akibatnya, saat cuaca buruk pada 15 Juni kemarin, jalan tersebut kembali amblas dan tingkat kerusakannya makin parah.

Faisal warga setempat kepada media ini berharap agar jalan amblas tersebut segera diperbaiki, mengingat kondisi Morotai saat ini masih terus diguyur hujan hingga mengakibatkan banjir di mana-mana.

“Kemarin hari Sabtu hujan besar, di kampung kurang kuat, tapi mungkin di hutan hujannya kuat, makanya sore sekitar jam 4 itu banjir di daerah sawah itu. Sementara aspal yang longsor so hampir sampai garis putih jalan,” akui Faisal warga setempat kepada media ini.

Menurutnya, jika kerusakan jalan tersebut tidak ditangani secara cepat, maka bisa memutus akses transportasi dari wilayah Morselbar ke kota Daruba.

“Itu jalur utama kami masyarakat Morselbar ke Daruba. Kalau sampai putus, tidak ada jalan lain yang bisa tong lewat, karena di seputaran itu samua sawah. Jadi sebelum lebih parah lagi, maka secepatnya diperbaiki,” harapnya.

Selain jalan, rumah milik Into yang berseberangan dengan jalan amblas juga diancam longsor. Bahkan posisi longsor dengan rumah milik Into hanya tersisa 3,5 meter. (fay)