Selain jalan Kulo–Ekor, pengembangan akses Kobe–Lukolamo juga menjadi bagian dari upaya memperlancar konektivitas di wilayah Halmahera Tengah. Dengan semakin terbukanya jalur alternatif, perjalanan antarkawasan diharapkan menjadi lebih mudah dan mendukung aktivitas masyarakat serta perekonomian daerah.
Bupati Ikram juga menyoroti pentingnya percepatan pembangunan terminal komersial Bandara Cekel. Hal tersebut menjadi salah satu topik pembahasan saat dirinya bersama Wakil Bupati berdiskusi dengan Presiden Direktur PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP) pada Jumat sebelumnya.
Menurutnya, pengembangan terminal komersial Bandara Cekel memiliki arti strategis bagi konektivitas udara di Halmahera, termasuk sebagai alternatif akses transportasi ketika terjadi gangguan pada jalur penerbangan lainnya.
Pengalaman gangguan penerbangan akibat erupsi Gunung Gamalama dan kabut asap kebakaran hutan dan lahan menjadi pengingat pentingnya ketersediaan jalur transportasi alternatif yang dapat mendukung mobilitas masyarakat.
Bupati Ikram berharap, pembangunan infrastruktur jalan dan pengembangan akses transportasi udara dapat berjalan beriringan. Dengan demikian, konektivitas antardaerah semakin baik, aktivitas ekonomi masyarakat semakin terbuka, dan hubungan antarmasyarakat di wilayah Fagogoru semakin kuat. (udy)