Sehingga SPBU Darame bila kembali beroperasi maka hanya mendapat jatah BBM non subsidi.
“Kalau tidak dialihkan kita yang rugi. Jadi kita bermohon ke Pertamina untuk alihkan kuota subsidi dialihkan ke SPBU Sri Dewi Jaya. Sehingga kuota BBM subsidi (Pertalite) SPBU Sri Dewi Jaya, yang sebelumnya 70 ton per bulan saat ini sudah 100 ton,” terang Nasrun.
Diakui Nasrun, jatah BBM subsidi Pertalite untuk Morotai hanya 100 ton, dan itu hanya di SPBU Sri Dewi Jaya kilo 3.
Karena ada beberapa APMS belum mampu memenuhi standar sehingga belum bisa disalurkan stok BBM Subsidi.
“APMS Bere-Bere dan APMS Wayabula itu menurut Pertamina Tobelo mereka masih diberikan sanksi sampai mereka ada nosel. Jadi sampai nosel berfungsi baru dicabut sanksinya, karena BBM subsidi tidak bisa jual pakai galon (jerigen),” pungkasnya.
Pewarta : M. Rifai
Editor : Erwin Egga
