Notice: Function register_uninstall_hook was called incorrectly. Only a static class method or function can be used in an uninstall hook. Please see Debugging in WordPress for more information. (This message was added in version 3.1.0.) in /home/fajarmal/public_html/wp-includes/functions.php on line 6131
Jembatan Pencado-Maluli Ambruk - FajarMalut.com

Jembatan Pencado-Maluli Ambruk

Kondisi jembatan penghubung di desa Pecando Taliabu Selatan

BOBONG – Curah hujan lebat yang melanda Kabupaten Pulau Taliabu beberapa hari belakangan ini menyebabkan banjir disejumlah sungai, salah satunya sungai di perbatasan Desa Pencado – Desa Maluli, Kecamatan Taliabu Selatan yang mulai meluap sejak Minggu, (26/7) akhir pekan kemarin.

Meluapnya sungai mati tersebut mengakibatkan jembatan penghubung kedua desa tersebut  ambruk. Akses warga sekitar pun kesulitan. Sebab, jembatan tersebut merupakan jalan akses yang dilalui warga petani, siswa SD, siswa SMP dan siswa SMA.

Sebelumnya, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pulau Taliabu, Sutomo Teapon mengatakan, pada tahun ini Pemkab Taliabu melalui BNPB mendapat kucuran anggaran rehab recon sekitar Rp. 11 miliar lebih pada tahun 2020, dan dari Rp 11 miliar lebih itu sudah termasuk pembangunan tanggul penahan banjir Desa Pencado, Kecamatan Taliabu Selatan.

Sayangnya,  hingga banjir kembali meluap, pembangunan tanggul penahan banjir di Desa Pencado belum juga dikerjakan. Menurut Kepala BPBD Taliabu, Sutomo Teapon, anggaran pembangunan tanggul penahan banjir desa Pencado sementara ini masih dalam proses di keuangan. “Sudah dalam proses di keuangan,” kata dia ketika dikonfirmasi, Fajar Malut, Minggu (26/7) kemarin.

Cale, warga Desa Pencado meminta, pemeritah setempat tidak melakukan pembiaran terhadap ambruknya jembatan penghubung. “Pemda harus segera mengambil langkah jangan biarkan warga kerja gotong royong memperbaiki jembatan yang ambruk,” ungkapnya.

Cale menuturkan, terhitung sejak pulau Taliabu belum dimekarkan hingga saat ini belum ada langkah kongkrit pemda taliabu untuk membuat jalur air dan tanggul penahan banjir di Desa Pencado.

Padahal, pada tahun sebelumnya telah tercatat 20 rumah telah menjadi korban tergerus banjir bandang yang sumbernya dari telaga di Desa Pencado itu.

“Dari tahun ke tahun sama sekali tidak mendapat perhatian dari Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu. Kalau yang untuk peninjauan selalu terjadi, tapi sampai hari ini kami dapat hanya jembatan darurat dari BPBD, sebab banjir tadi malam sudah ambruk satu  jambatan dan yang duanya sudah miring dan terancam ambruk lagi,” ungkapnya

Dia berharap, program pemerintah pusat melalui BNPB yang telah kucurkan anggaran penanggulangan bencana di Desa Pencado segera dilaksanakan. (bro)

Berita Terkait