Joget TikTok di RSUD Jailolo, Dirut Terancam Sanksi

Direktur RSUD Jailolo dr. Novimaryana Drakel

JAILOLO – Posisi Direktur Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Jailolo dr. Novimaryana Drakel kian terjepit, setelah lembaga yang ia pimpin dirundung masalah selama beberapa hari belakangan ini.

Tidak hanya masalah kematian seorang bayi, Joget Tiktok pada tenaga kesehatan pada HUT RSUD Jailolo ke-16 Tahun, Jumat (17/2/2023) pekan kemarin ikut disoal. Apalagi, dugaan pesta pora perayaan di HUT rumah sakit itu di tengah warga masih diselimuti duka akibat dugaan pelayanan yang profesional dari pihak rumah sakit pada 15 Februari lalu, yang baru selang dua hari.

Kini sanksi menanti Novimaryana jika bersangkutan benar memerintah joget Tiktok di halaman RSUD. “Itu fatal. Apakah ini arahan direktur atau ini inisiatif tenaga kesehatan. Kalau itu perintah direktur, maka harus diberi sanksi  karena itu tidak boleh. Masa rumah sakit untuk kalian berjoget,” kata James ketika dikonfirmasi  usai mengikuti acara Isra Mi’raj di aula Bidadari Kantor Bupati Halbar, Selasa, (21/2/2023)

Menurutnya, yang dipertontonkan pihak RSUD Jailolo sangat tidak wajar. Sebab, rumah sakit  di dalam ruangan ada pasien-pasien terbaring sakit, mereka justru  joget-joget di luar.  Padahal, sepengetahuannya, HUT RSUD Jailolo hanya  kegiatan senam, bukan joget-joget.

“Mereka tidak membedakan mana tempat publik, dan mana tempat khusus, apalagi ini rumah sakit,” tandasnya.

Bagi James, peristiwa meninggalnya bayi asal Desa Gamlamo Jailolo  menjadi pembelajaran berharga buat semua pihak, termasuk warga sehingga kedepan tidak terjadi lagi.

Karena itu, ia berharap, warga harus punya kesadaran soal kesehatan dengan mengikuti proses dari awal, misalnya kegiatan posyandu, proses mendeteksi bayi dalam kandungan.  

“Jadi rumah sakit maupun masyarakat harus punya kesadaran yang sama,” pintanya, seraya berjanji   akan benahi semua hal, mulai pelayanan hingga SDM, baik para dokter, direktur, dan seluruh petugas dari puskesmas maupun rumah sakit.  (ais)