TOBELO – Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo melaksanakan kunjungan kerja ke Kabupaten Halmahera Utara (Halut) untuk meresmikan bandar udara Kuabang Kao, sekaligus meninjau pelaksanaan vaksinasi pada Rabu (24/03/2021). Selain Presiden RI, Para Menteri Kabinet Indonesia Maju yang hadir adalah Menteri Perhubungan Budi Karya Sumardi, Menteri BUMN Erick Thohir, Gubernur Malut dan Plh Bupati Halut, sejumlah Forkopimda hadir dalam peresmian bandara.
Kunjungan kerja Presiden RI Joko Widodo di Kabupaten Halmahera Utara (Halut) setelah sebelumnya dilakukan peresmian pelabuhan pada tahun 2016 lalu. Presiden Joko Widodo mengatakan, infrastruktur menjadi fokus dalam pembangunan di Indonesia. Selain itu infrastruktur bukan hanya fisiknya, tetapi banyak hal yang akan muncul dan berkembang karena dibangunnya infrastruktur.
“Kita sadari bahwa infrastruktur itu membangun peradaban, bayangkan misalnya dahulu sebelum ada jalan dari Halmahera Utara menuju ke Sofifi kita harus jalan kaki sekarang jalannya telah ada, artinya semua dapat naik bus, sepeda motor mupun mobil,” jelasnya.
Sementara itu, dikatakannya, kehadiran bandara juga menandakan disiplin harus tepat waktu, apalagi datang ke bandara untuk terbang ke kota lain dan waktunya jamnya sudah ditentukan, kalau tidak ditinggal pesawat. Hal ini juga untuk membangun kedisiplinan, jika hal tersebut dilakukan baru membangun peradaban. Selain itu, membangun sebuah daya saing membangun agar dapat berkompetisi dengan daerah dan berkompetisi dengan negara-negara lain.
“Kita harus tahu semuanya bahwa membangun infrastruktur itu bukan hanya fisik tetapi kita membangun sebuah kompetisi membangun sebagai daya saing dengan negara-negara lain, ini juga untuk keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia,” jelasnya. Sedangkan, bandar udaranya yang dibangun tidak hanya di Jawa dan Sumatera, namun juga dibangun di bagian timur juga memiliki hak yang sama untuk memiliki airport dan memiliki jalan yang baik.
“Hal ini dilakukan untuk sebuah keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia menyatukan membangun persatuan, menyatukan antar daerah antar kabupaten kota, antar provinsi, antar pulau dan antar wilayah sehingga bersatu dari Halmahera Utara bisa terbang ke Jakarta, terbang ke Aceh, terbang ke Kalimantan dan juga bisa terbang ke timur,” terangnya.
Menurutnya, terminal penumpang di bandara kuabang ini telah siap dipergunakan untuk mendukung aktivitas masyarakat di Kabupaten Halmahera Utara dan sekitarnya, dengan harapan nanti akan muncul titik-titik pertumbuhan ekonomi baru di sekitar bandara.
“Bandar udara Kuabang Kao dalam perjalanan ditengah pandemi covid-19 belum terlalu maksimal. Selanjutnya, untuk menghidupi perekonomian di Halmahera Utara, maka bandara perlu diaktifkan. Hari ini saya perintahkan ke Menteri Perhubungan (Menhub) dan Dirjen perhubungan udara agar airport Kuabang Kao diupayakan secepatnya 2 kali dalam seminggu,” kata Presiden dalam sambutannya didampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri BUMN Erik Tohir, dan Gubernur Maluku Utara Abdul Gani Kasuba.
Selain itu, Presiden juga menuturkan, untuk lebih memaksimalkan penggunaan bandara, kedepannya juga akan naik ke keadaan normal 3 kali sehari. Setelah menyampaikan sambutan, Presiden kemudian meresmikan bandar udara Kuabang Kao ditandai dengan prosesi pemukulan tifa dan penandatangan prasasti. (fer)

