SANANA – Demi memenangkan pasangan calon (Paslon) Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) nomor urut 2 Zulfahri Abdullah Duwila dan Ismail Umasugi (Zadi-Imam), kader terbaik dari PDI-Perjuangan, Jufri Umasugi rela meninggalkan partai yang pernah membawanya menduduki jabatan Wakil Ketua DPRD pada periode 2014 – 2019
“Demi negeri yang kami cintai ini, saya rela tinggalkan partai yang berlambang moncong putih itu. Jadi kami orang Falahu telah berkomitmen untuk memenangkan pasangan Zadi-Imam,” katanya, Minggu (1/11/2020).
Jufri mengingatkan seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) agar jangan takut dengan ancaman dari pimpinan. Karena politik yang menggunakan pendekatan ancaman adalah politik yang sangat keliru. “Jangan takut ancaman lalu ASN memilih dukung incumbent. Apa jaminan incumbent bisa menang dalam pertarungan ini,” teriaknya.
Dia pastikan, untuk Kecamatan Mangoli Utara Timur ini akan dimenangkan oleh Zadi-Imam. “Dipastikan mulai dari Desa Waitamela sampai Waisakai itu kita akan menang,” ujarnya.
Menurut Jufri, di Sula ini adalah daerah yang memiliki adat istiadat. Kedepan apabila Zadi-Imam terpilih, maka sudah jelas akan meluruskan adat istiadat yang sudah lama mengalami kekosongan.
“Kan tidak mungkin perempuan mau jadi imam pada saat sholat. Kalau tetap memaksa mendukung perempuan jadi pemimpin, maka kita akan dapat musibah dari negeri ini. Hanya kami dari Zadi-Imam saja yang bisa bicara bebas, karena kandidat kita ini jauh dari korupsi. Beda dengan yang ada di sana,” bebernya.(nai)

