Kadistan Halteng Sosialisasi dan Aplikasikan Pembuatan Pestisida Nabati

Lebih lanjut dia menyampaikan, pestisida nabati daun pepaya tersebut cocok digunakan untuk merawat tanaman sayuran atau tanaman hias, dikarenakan bahan alami yang digunakan dalam pestisida nabati tersebut akan membuat tanaman sayuran lebih aman untuk dikonsumsi manusia, serta menjaga tanaman hias dari kontaminasi bahan-bahan kimia berbahaya.

“Pada sosialisasi pembuatan pestisida nabati tersebut juga dilakukan demonstrasi langsung tentang cara pembuatan pestisida nabati berbahan dasar daun pepaya,” tukasnya.

Masyarakat yang hadir mengapresiasi materi yang disampaikan. Menurut mereka, kegiatan sosialisasi pembuatan pestisida nabati sangat bermanfaat terutama bagi masyarakat di empat kecamatan lokus Proyek Perubahan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang mayoritas bekerja sebagai petani.

Mantan Kabag Umum itu mengaku, target dalam sosialisasi pembuatan pestisida dan fungisida ini hanya untuk mendukung petani lokal yang baru coba-coba melakukan sistem budidaya tanaman berbasis agroforestri agar tidak menjadikan pupuk kimia sebagai nutrisi utama dalam pertumbuhan dan perkembangan tanaman.

Yusmar berharap, konsep agroforestri yang menjadi judul dari Proyek Perubahan Pendidikan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II tersebut kedepan masyarakat dapat mempertahankan kesuburan tanah sekaligus pemanfaatan bahan alami yang berada disekitar petani tanpa harus mengeluarkan biaya besar untuk membeli pupuk kimia.

“Petani di empat kecamatan lokus Proyek Perubahan PKN Tingkat II cukup antusias dengan kegiatan sosialisasi pembuatan pestisida nabati itu,” ujarnya.

“Antusiasme tersebut tampak dari jumlah masyarakat yang hadir dan banyaknya pertanyaan yang diajukan pada sesi diskusi yang berlangsung di lahan perkebunan petani,” tambahnya.