TERNATE – Konsep kampung ramadhan yang di gagas Pemkot Ternate untuk mengantisipasi lonjakan pedagang musiman, pada saat ramadhan 1443 hijriyah dan dipusatkan di benteng Oranje (Fort Oranje), terancam batal.
Sebab, sampai kini para pedagang enggan menempati lokasi tersebut, meski mereka sudah mendaftar di Disperindag Kota Ternate, kondisi bahkan mengakibatkan agenda launching Kampung Ramadhan yang dijadwalkan Sabtu pekan kemarin oleh Wali Kota Ternate itu harus tertunda, bahkan konsep kampung Ramadhan itu terancam tidak bisa terlaksana.
Sekretaris Disperindag Kota Ternate Muchlis Djumadil di konfirmasi mengatakan, aktifitas kampung ramadhan masih menunggu pedagang masuk menempati lokasi yang tersedia. “Launching masih ditunda,” katanya Minggu (10/4/2022) kemarin.
Menurut Muchlis, hal ini terkendala dengan pedagang yang awalnya sudah mengakui beraktifitas depan di benteng, tapi sampai kini tak kunjung dilakukan.
“Karena mereka masih berharap dalam Terminal dibuka, tapi kan sudah tidak bisa lagi,” ungkapnya.
Dia menyebut, sesuai dengan data yang dimiliki, tenda yang disiapkan seluruhnya telah terisi pedagang meski belum ditempati. “Tadi (kemarin, red) sudah mulai ada pedagang yang siapkan tempat, kami akan usahakan sebelum pak Wali agenda keluar sudah dibuka,” tegasnya.(cim)

